Bocah SD di Blitar Punya Kebiasaan Nge-Game Sampai Ketiduran, Ini 6 Risiko Main Ponsel Sebelum Tidur

Seorang bocah berinisial RA di Blitar, memiliki kebiasaan bermain ponsel sampai tertidur. Berikut 6 risiko main ponsel sebelum tidur.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
CANVA
ILUSTRASI risiko main ponsel sebelum tidur 

SURYA.CO.ID - Seorang bocah berinisial RA, warga Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, memiliki kebiasaan bermain ponsel sampai tertidur.

Kebiasaan RA diungkap Kepala Desa (Kades) Tugurejo, Supangat, Jumat (25/11/2022).

Menurut Supangat, kebiasaan RA seperti anak kebanyakan, jika malam hari atau usai belajar masih sempat bermain HP sebelum tidur.

Bahkan bermain ponsel  bak pengantar tidur.

"Namanya anak-anak sekarang, kebanyakan sudah seperti itu sehingga butuh dikontrol oleh orangtuanya," kata Supangat.

Berkaca dari kebiasaan RA, apa dampak yang timbul dari kebiasaan main ponsel sebelum tidur?

Berikut penjelasan mengenai dampak main ponsel sebelum tidur, dilansir dari Kompas.com.

Dampak Main Ponsel Sebelum Tidur

1. Merusak retina

Cahaya pada ponsel memiliki gelombang pendek yang lebih berkedip. Ini akan memengaruhi pengelihatan dan dalam jangka waktu lama dapat merusak retina.

Menurut American Macular Degeneration Association, cahaya biru dari ponsel menyebabkan kerusakan pada retina yang permanen dan degenerasi makula.

2. Meningkatkan risiko depresi

Menatap layar ponsel ketika seharusnya sudah tidur bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental. Kita menjadi rentan terhadap depresi.

Di samping itu, tingkat energi yang rendah di siang hari, ditambah kesulitan untuk berpikir karena kurang tidur, juga memicu rasa lemah emosional dan mental.

3. Memengaruhi durasi tidur

Cahaya biru dari ponsel memengaruhi produksi melatonin, salah satu hormon yang membantu seseorang tidur dan mengatur siklus tidur.

Penggunaan ponsel secara teratur di malam hari dapat menyebabkan kurang tidur karena pikiran masih aktif hingga beberapa saat sebelum terlelap. 

Selain itu, keinginan kompulsif untuk memeriksa ponsel dapat mengakibatkan penundaan waktu tidur dan mengurangi durasinya.

4. Berisiko terkena kanker

The World Health Association menyatakan, ponsel dapat menjadi penyebab kanker bagi manusia karena memancarkan radiasi elektromagnetik yang telah dikaitkan dengan jenis kanker tertentu.

Paparan cahaya biru berkepanjangan dan pengaruhnya pada siklus tidur telah terbukti meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker prostat.

5. Membuat mata menjadi tegang

Melihat cahaya biru dari ponsel di saat gelap akan mengakibatkan mata tegang dan sakit. Jika ini berlangsung lama, tentu dapat merusak penglihatan secara permanen.

6. Memengaruhi otak

Bertentangan dengan namanya dengan "ponsel pintar", paparan berlebihan terhadap gadget bisa memengaruhi otak kita.

Penggunaan ponsel dan tidur yang terganggu membuat otak tidak mampu memperbaiki koneksi yang rusak di siang hari --salah satu alasan mengapa kita tak dapat berpikir jernih setelah tidak tidur di malam hari.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved