Berita Tulungagung

Bencana Tanah Gerak di Tulungagung Dipicu Pelapukan Batuan Kapur, 13 Rumah Harus Direlokasi

Bappeda Kabupaten Tulungagung menggandeng tim geologi dari UPN Veteran untuk meneliti bencana tanah gerak di Tulungagung selatan. Berikut hasilnya

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Retakan tanah dan bangunan rumah warga di Dusun Kalitalun, Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, akibat bencana tanah gerak. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung menggandeng tim geologi dari UPN Veteran untuk meneliti bencana tanah gerak di Tulungagung selatan.

Hasilnya diketahui, tanah gerak itu dipicu proses pelapukan batuan kapur secara massif.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tanggunggunung, Campurdarat dan Bandung.

Sebanyak 13 rumah direkomendasikan untuk direlokasi, 49 lainnya berpotensi terdampak.

"Kita ketahui di wilayah selatan Tulungagung adalah batuan kapur. Batu kapur ini yang lapuk menjadi tanah dalam skala luas," ungkap Plt Kepala Bappeda Tulungagung, Erwin Novianto, Sabtu (26/11/2022).

Sebelumnya, tim geologi UPN Veteran melakukan survei di 9 titik, di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung.

Dari survei tersebut, diketahui proses pelapukan menyebabkan penurunan tanah dari 30-50 sentimeter.

Pola pelapukan ini mencapai wilayah yang luas dan sambung menyambung.

"Yang paling parah memang di Kecamatan Tanggunggunung. Daerah ini yang paling banyak rumah yang direkomendasi untuk relokasi," tambah Erwin.  

Selain pelapukan alami ini, penurunan permukaan tanah disebabkan kadar air dalam tanah yang sangat tinggi.

Karena itu, di saat curah hujan di Tulungagung selatan masih tinggi, kawasan ini masih berpotensi terjadi bencana tanah gerak.

terkait hal tersebut, Bappeda menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan sosialisasi ke warga terdampak.

"Selama musim hujan ini memang direkomendasikan untuk tidak ditinggali. Karena pola retakan itu bisa memicu longsor," ujar Erwin.

Beberapa lokasi tidak membutuhkan relokasi, namun membutuhkan penataan lahan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved