Berita Surabaya

107 Hotel Teken MoU Serap UMKM Surabaya, Realisasi Baru 40 Persen

Berdasarkan evaluasi terhadap MoU antara Pemkot Surabaya dengan sejumlah hotel setahun terakhir, mayoritas hotel mulai menyerap beberapa produk UMKM

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Berbagai produk batik karya UMKM Surabaya mulai banyak diserap hotel. Ini menjadi salah poin Memorandum of Understanding (MoU) antara pemkot dengan sejumlah hotel di Surabaya, Sabtu (26/11/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penyerapan produk UMKM Surabaya melalui hotel disebut belum maksimal. Penyiapan bahan hingga penyesuaian standar kualitas menjadi kendala UMKM.

Berdasarkan evaluasi terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Surabaya dengan sejumlah hotel setahun terakhir, mayoritas hotel mulai menyerap beberapa produk UMKM Surabaya. Namun, jumlahnya belum cukup optimal.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, saat ini ada 107 hotel yang telah menjalin Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dengan Pemkot Surabaya.

"Namun, belum semuanya terealisasi," kata Kepala Disbudporapar Surabaya, Wiwiek Widayati, Sabtu (26/11/2022).

Hingga saat ini, baru 40,78 persen hotel yang bekerja sama dalam penyediaan slipper. Sekitar 16,50 persen untuk penyediaan batik.

Sebanyak 3,88 persen penyediaan bahan makanan, terutama hasil produk-produk pertanian. Sebanyak 0,97 persen penyediaan laundry bag.

Berbagai produk UMKM tersebut, diserap hotel untuk berbagai keperluan. Selain untuk pengunjung, juga untuk keperluan karyawan hotel.

Misalnya, batik yang digunakan untuk seragam para karyawan dan karyawati hotel.

"Sedangkan sisanya, masih dalam tahap negosiasi, proses pemesanan atau tidak melakukan pemesanan," ujar Wiwiek Widayati.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri) meminta hasil evaluasi tersebut segera ditindaklanjuti. Berbagai kendala harus menemui solusi.

Pemkot Surabaya harus bisa mendukung UMKM dalam menerima pesanan yang sesuai dengan kriteria pengelola hotel.

"Saya tahu kalau kelemahannya ada di pemkot," kata Cak Eri.

Selama ini, banyak UMKM yang tak menjawab berbagai permintaan pesanan hotel.

"Teman-teman hotel itu langsung WA (kontak) ke saya. Mereka sudah ada contoh handuk hingga slipper, tapi sampai sekarang belum kembali (belum ada jawaban dari UMKM)," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved