Grahadi

Pemprov Jatim

Pesan Gubernur Khofifah di Hari Guru, Ajak Hasilkan Inovasi dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Gubernur Khofifah mengajak para guru meningkatkan produktivitas inovasi guna meningkatkan kualitas pendidikan siswa Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para guru meningkatkan produktivitas inovasi guna meningkatkan kualitas pendidikan siswa Jawa Timur.

Hal itu ia sampaikan tepat di peringatan Hari Guru Nasional pada Jumat (25/11/2022) ini.

Gubernur Khofifah mengatakan, peran tenaga pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa begitu penting. 

Bahkan berdasarkan penelitian, faktor terbesar yang menjadi penentu keberhasilan pendidikan adalah guru. Dengan angka guru sebesar 60 persen, sarana-prasarana 15 % , serta Kurikulum dan management 25 % . 

"Dalam mendukung keberhasilan ini, inovasi pembelajaran sangat dinantikan dari guru untuk menyikapi perubahan dan tantangan zaman yang semakin dinamis. Suksesnya prestasi siswa juga bergantung dari inovasi dan kreatifitas guru dalam menghidupkan pembelajaran," tegas Khofifah

Khusus di Jawa Timur, untuk memacu inovasi dan kreatifitas guru, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memberikan wadah melalui program GTK Creative Camp (GCC)

Ada 10 bidang lomba dalam program bergengsi tingkat provinsi yang digelar tiap tahun. Para guru dan tenaga kependidikan unjuk dan asah inovasi dibidang Penulis Buku, Video Tourism, Kewirausahaan, Film Pendek, Fashion, Pembelajaran Berbasis IT, Desain Grafis, Daur Ulang, Inovasi Kompetensi Kepala Sekolah dan bidang lomba Optimasi Peran Pengawas Sekolah.

Dikatakan Khofifah, program GCC ini menjadi oase baru dalam dunia pendidikan pasca pandemi Covid-19. Utamanya untuk memacu semangat guru dalam menelurkan ide-ide inovatif dan kreatif. 

Apalagi, antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan ini mencapai 18.338. Jumlah ini meningkat signifikan (190 persen) dibanding tahun 2020 yang hanya diikuti oleh 4.983 peserta, dan tahun 2021 meningkat 27,09 % atau 6.333 peserta. 

Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, lanjut Khofifah selain meningkatkan kompetensi guru dan pemenuhan sarana prasarana. Pemeratan guru juga sangat berperan. Untuk menjangkau ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur membangun aplikasi A-GTK untuk memetakan guru sesuai kebutuhan. 

"Adanya A-GTK ini menjadi kebijakan atau dasar jika ada usulan mutasi baik antar provinsi maupun antar kabupaten/kota. Pemerataan juga dilakukan di daerah 3T (terluar, tertinggal dan terdalam), atau daerah Kepulauan, Pegunungan, dan Pedalaman," tandas Khofifah

"Sehingga tidak ada sekolah yang tidak ada PNS nya. Artinya jika semua guru merata, maka yakin kualitas pendidikan di semua wilayah di Jatim akan bagus," imbuhnya. 

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyebut, sudah lebih dari 3.000 guru dipetakan melalui A-GTK. Dengan pemerataan guru ini diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan untuk semua masyarakat di Jawa Timur.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved