Berita Surabaya

KPS FH Unair Surabaya Juara Kompetisi Peradilan Semu Perdata Tingkat Nasional 2022 UGM

KPS FH Unair juara satu dalam Kompetisi Peradilan Semu Perdata Tingkat Nasional 2022 FH UGM

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
IST
KPS FH Unair Surabaya juara satu dalam Kompetisi Peradilan Semu Perdata Tingkat Nasional 2022 FH UGM, di Rich Hotel Yogyakarta, Minggu (20/11/2022). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) yang terdiri dari 18 mahasiswa meraih juara satu dalam Kompetisi Peradilan Semu Perdata Tingkat Nasional 2022 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tak hanya itu, dalam acara pengumuman National Moot Court Competition (NMCC) Bulak Sumur V di Rich Hotel Yogyakarta, Minggu (20/11/2022), Delegasi KPS FH Unair memborong predikat Majelis Hakim Terbaik, Penggugat Terbaik, Tergugat Terbaik, Panitera Pengganti Terbaik dan Saksi/Ahli Terbaik.

Official Tim Delegasi KPS FH Unair, Desak Ayu Gangga Sitha Dewi, mengungkapkan prestasi sebagai juara pertama dan banyak predikat lain ini merupakan kemenangan besar bagi komunitasnya.

Kemenangan serupa terakhir didapatkan KPS Unair pada 10 tahun lalu, yaitu di tahun 2011.

"Kami sama sekali tidak menduga, karena ini pertama kalinya kami mengikuti NMCC di UGM. Dan kompetisi di UGM terkenal sulit dan cukup bergengsi di kalangan mahasiswa jurusan Hukum,"tegas mahasiswa semester tujuh ini.

Desak mengaku para delegasi dipilih berdasarkan intonasi suara agar mampu memerankan secara maksimal tokohnya dalam peradilan semu.

Mereka juga diminta berkomitmen untuk mempersiapkan kompetisi yang terbilang cukup lama.

"Karena persiapan berkas dan simulasi yang sampai tujuh bulan, para delegasi harus komitmen bisa membagi waktunya untuk kuliah dan menyelesaikan kompetisi sampai tuntas,"ujar gadis asal Bali ini.

Ketua Delegasi KPS FH Unair, Reynaldi Rizky Satriawan menambahkan bahwa para delegasi yang mengikuti kompetisi ini sangat berkomitmen untuk menyelesaikan tugas mereka.

Bahkan saat liburan semester mereka memutuskan menginap di saah satu rumah delegasi untuk menyelesaikan berkas kompetisi.

"Orangtua saya cukup ketat masalah jam pulang kuliah, karena saya harus komitmen menyelesaikan jadi pulang malam-malam. Akhirnya saya dijemput saat selesai mengerjakan berkas kompetisi," ujarnya.

Rey juga harus menyiasati menyusun berkas lebih banyak di rumah agar tidak membebani teman satu tim saat ia tidak bisa ikut mengerjakan di luar rumah hingga larut malam.

Bahkan ia memilih menginap di rumah delegasi lain saat harus menyelesaikan berkas hingga dini hari.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved