JELANG Calon Panglima TNI Ditetapkan, Laksamana Yudo Margono Dapat Gelar 'Penguasa Laut Terbesar'

Laksamana TNI Yudo Margono mendapat gelar kehormatan “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” dari Sultan Ternate, Sultan Hidayatullah Sjah.

Editor: Musahadah
kolase dispenal/tribunnews
Laksamana TNI Yudo Margono mendapat gelar kehormatan “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” dari Sultan Ternate, Sultan Hidayatullah Sjah. 

SURYA.CO.ID - Setelah dikabarkan menjadi calon tunggal Pangliam TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa, Laksamana Yudo Margono kembali mendapat gelar kehormatan

Kali ini, gelar kehormatan untuk Laksamana Yudo Margono diberikan oleh kesultanan Ternate.

Laksamana Yudo Margono mendapat gelar kehormatan “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” dari Sultan Ternate, Sultan Hidayatullah Sjah.

Gelar kehormatan “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo”  ini memiliki makna sebagai "Penguasa Laut Terbesar".

"Sangaji" adalah seorang pemimpin atau penguasa yang memiliki wilayah.

Baca juga: BIODATA Laksamana TNI Yudo Margono yang Disebut Jadi Calon Tunggal Panglima TNI, Putra Asli Madiun

Sementara "Ori Ma Ahi" adalah sebutan gelar untuk pimpinan atau Panglima Angkatan Laut.

"Ori Ma Ahi" juga bisa diartikan sebagai perisai yang berasal dari kulit penyu.

Sedangkan "Malamo" memiliki makna "besar" sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang KSAL.

"Suatu kehormatan bagi saya menerima gelar kehormatan dari Kesultanan Ternate dengan nama 'Sangaji Ori Ma Ahi Malamo'. Ini bukan hal yang ringan untuk saya terima, karena gelar ini memberikan konsekuensi yang harus saya laksanakan," kata Yudo usai menerima pemberian gelar adat Kesultanan Ternate itu di raung Foris Lamo Kadaton Sultan Ternate, Maluku Utara, Jumat, (25/11/2022).

"Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada Sultan Ternate serta keluarga besar Kesultanan Ternate karena tentunya mulai hari ini kami semuanya telah menjadi keluarga besar Kesultanan Ternate. Sebagai keluarga tentunya memiliki tanggung jawab moral pada Kesultanan Ternate,” ungkap Yudo.

Adapun penganugerahaan gelar bangsawan ini diberikan lantaran kemampuan Laksamana Yudo Margono sebagai pimpinan TNI AL dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta ketentraman laut Indonesia.

Penganugerahan gelar kehormatan atau gelar kebesaran ini juga sudah menjadi tradisi Kesultanan Ternate selama beratus-ratus tahun.

Pada abad yang lampau, Sultan-Sultan Ternate juga pernah memberikan gelar kepada utusan negara atau bangsa-bangsa asing yang singgah di Ternate.

Sultan Ternate Hidayatullah Sjah menyampaikan ucapan terimakasih kepada Yudo karena telah berkenan dikukuhkan dengan gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate selaku “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat Ternate.

“Saya berharap semoga dengan gelar ini Laksamana Yudo diberikan kekuatan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dalam mengemban segala tugas, amanah dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara ini di wilayah maritim,” ujarnya.  

Gelar kehormatan dari Keraton Sumenep

Laksamana TNI Yudo Margono dapat gelar
Laksamana TNI Yudo Margono dapat gelar "Djojo Noto Negoro" oleh Keraton Sumenep, Madura. Ini profil dan biodatanya. (istimewa)

Sebelumnya Laksamana TNI Yudo Margono juga mendapat gelar "Djojo Noto Segoro" dari Keraton Sumenep, Madura. 

Upacara penganugerahan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Warga Kehormatan Keluarga Besar Kesultanan Keraton Sumenep dan Sesepuh Kesultanan Keraton Sumenep digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura pada Minggu (29/5/2022).

Dalam penganugerahan tersebut, Pemangku Adat Keraton Sumenep Ir RP Moh Mohtar Admokusumo menyerahkan Sertifikat Pemberian Kehormatan Keluarga Kesultanan Keraton Sumenep. 

Mohtar didampingi Sekretaris Kesultanan dan disaksikan Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Pusat.

Penyerahan tersebut dirangkai pemasangan Odheng, dan Selendang maupun Pin sebagai pengikat lahir batin antara Yudo dengan Keluarga Besar Kesultanan Keraton Sumenep.

Yudo mengatakan sebagai pemimpin dan jajaran TNI AL merasa terhormat dan bersyukur menerima penganugerahan tersebut.

Baca juga: Tak Tinggal Diam Prajurit Marinir Gugur Ditembak KKB Papua, ini Langkah Tegas Laksamana Yudo Margono

Hal itu, kata dia, dapat dimaknai dari berbagai perspektif di antaranya sebagai kepercayaan, kehormatan, dan kebanggaan.

Selain itu, kata Yudo, penganugerahan tersebut juga memberikan implikasi tanggung jawab kepada TNI AL dan pribadi untuk dapat mencurahkan perhatian bersama pemerintah daerah serta komponen masyarakat saling bahu membahu membangun kesejahteraan Sumenep.

Gelar Djojo Noto Segoro, kata Yudo, merupakan gelar yang sangat dalam baginya karena selaku pemimpin TNI AL tentunya harus bisa menjaga Segoro atau Lautan dengan Jaya.

"Kalau di TNI AL ada semboyan Jalesveva Jayamahe yang artinya di Laut Kita Jaya, ini selaras dengan harapan saya yang harus membawa lautan sebagai pemersatu bukan pemecah belah. Saya juga memiliki tanggung jawab yang besar menjaga kedaulatan negara di laut serta membawa kejayaan dari laut tersebut," kata Yudo dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Senin (30/5/2022).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi juga menyerahkan Pusaka Leluhur Keraton berupa keris dan Lambang Keraton Sumenep kepada Yudo.

Pemberian keris kepada Yudo dinilai memiliki makna yang mendalam, di mana keris merupakan warisan leluhur atau sesepuh kerajaan berupa benda tajam dan mengandung unsur mistis serta bertuah.

Hal tersebut, dinilai sesuai dengan kepribadian Yudo baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari.

“Beliau tajam dalam tutur bahasa, tajam pikirannya, gagah dan sakti di dalam mengemban tugas mengamankan negara kesatuan republik Indonesia,” kata Fauzi.

Penganugerahan sebagai Warga kehormatan Keraton tersebut merupakan salah satu acara dari serangkaian kegiatan Yudo di Madura.

Usai penganugerahan, Yudo dan rombongan melanjutkan kegiatan karya bakti menuju lokasi peletakan batu pertama renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep yang diperuntukkan bagi masyarakat pesisir.

Calon Tunggal Panglima TNI

Kabar penunjukan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI diungkap sumber terpercaya dari Istana Negara, Jakarta. 

Dikutip dari artikel Kompas.id berjudul "Yudo Margono Bakal Ditunjuk Presiden Jadi Calon Panglima TNI" disebutkan bahwa calon Panglima TNI tersebut adalah Laksamana Yudo Margono, yang kini masih menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

 ”Pokoknya yang delapan tahun lalu (korpsnya) belum menjadi Panglima TNI,” ujar sumber Kompas memberikan petunjuk, Rabu (23/11/2022) pagi di Istana, Jakarta.

Sumber lain yang ngobrol dengan Kompas seusai pelantikan pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, hanya mengatakan sambil tersenyum.

”Ya, bergiliran mas. (Korps) Siapa yang belum saja jadi Panglima.”

Sejauh ini, calon Panglima TNI berasal dari kepala staf di tiga matra TNI ataupun mantan kepala staf yang masih aktif sebagai anggota TNI.

Sesuai Pasal 53 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dijelaskan bahwa prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara serta tamtama.

Pada 21 Desember 2022 mendatang, Panglima TNI Andika Perkasa akan berusia 58 tahun.

Posisi Andika berpotensi diisi para kepala staf TNI yang menjabat saat ini yakni Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo.

Yudo dan Dudung akan memasuki masa pensiun pada November 2023.

Sementara itu, Fadjar akan memasuki masa pensiun pada April 2024.

Jika sekarang Jenderal Andika Perkasa, yang berasal dari TNI Angkatan Darat (TNI AD) sebagai Panglima TNI, dan sebelumnya adalah Marsekal Hadi Tjahjanto dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) sebagai Panglima TNI, calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika harusnya berasal dari TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Saat dikonfirmasi pada Rabu siang kemarin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno membenarkan yang dicalonkan Presiden adalah giliran TNI AL, yaitu KSAL.

”Pak Yudo,” ujarnya kepada Kompas.

Sementara itu, rencana Presiden Jokowi mengirimkan surat presiden terkait pergantian Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (23/11/2022) kemarin.

Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan pemerintah batal mengirim surat itu lantaran Ketua DPR RI Puan Maharani masih berada di luar negeri yakni di Kamboja. 

"Kenapa enggak jadi disampaikan hari ini? Karena Ibu Puan masih memimpin delegasi Indonesia pada sidang parlemen ASEAN di Kamboja," kata Indra, Rabu (23/11/2022).

Indra mengatakan surat presiden akan dikirim ke DPR sepulang Puan dari Kamboja pada Senin  (28/11/2022) mendatang.

Indra menyebut Surpres Panglima TNI itu sebetulnya sudah ditandatangani oleh Presiden dan tinggal dikirim ke DPR.

Ia menyebut penyerahan ke DPR itu hanya prosedur secara teknis.

Profil dan Biodata Laksamana TNI Yudo Margono

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di SDN Garon 02, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (16/1/2022).
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di SDN Garon 02, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (16/1/2022). (Surabaya.tribunnews.com/Sofyan Arif Candra Sakti)

Laksamana TNI Yudo Margono adalah putra asli Madiun, Jawa Timur. 

Dia lahir pada tanggal 26 November 1965.

Masa kecilnya dihabiskan di Desa Garon, Kecamatan Balerejo. 

Baca juga: Reaksi KSAL Laksamana Yudo Margono Seusai Jenderal Andika Perkasa Dilantik sebagai Panglima TNI

Di sana dia juga mengenyam pendidikan dasar. 

Laksamana Yudo Margono merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut angkatan ke-XXXIII/tahun 1988.

Yudo menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) sejak 24 September 2019.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I atau Kogabwilhan I adalah  komando utama operasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kogabwilhan I merupakan satuan baru yang langsung berada di bawah komando Panglima TNI.

Markas Kogabwilhan I berada di Jalan MT Haryono Km 3,5 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Pangkogabwilhan I mempunyai wilayah kerja yang mencakup daratan, laut dan udara.

Wilayah darat meliputi Pulau Sumatera, DKI, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Adapun wilayah laut mencakup perairan di sekitar Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Alur LAut Kepulauan Indonesia (ALKI-1) beserta perairan sekitarnya.

Kawasan udara  mencakup wilayah di atas Sumatera, DKI jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Yudo juga sempat menjabat sebagai Panglima Komando Armada 1.

Laksamana Madya Yudo Margono lahir di Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965.

Melansir dari Wikipedia, berikut pendidikan militer Laksamana Madya Yudo Margono :

- AAL (1988)
- Kursus Korbantem (1989)
- Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990)
- Kursus Pariksa (1992)
- Dikspespa/Kom Angkatan 6 (1992/1993)
- Diklapa ll/Koum Angkatan 11 (1997/1998)
- Seskoal A-40 (2003)
- Sesko TNI A-38 (2011)
- Lemhannas Rl PPRA A-52 (2014)

Karier militer :

- Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988)
- Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364
- Palaksa KRI Fatahillah 361
- Komandan KRI Pandrong 801
- Komandan KRI Sutanto 877
- Komandan KRI Ahmad Yani 351
- Komandan Lanal Tual (2004—2008)
- Komandan Lanal Sorong (2008—2010)
- Komandan Satkat Koarmatim (2010—2011)
- Komandan Satkor Koarmatim (2011—2012)
- Komandan Kolat Armabar (2012—2014)
- Paban II Opslat Sops Mabesal (2014—2015)
- Komandan Lantamal I Belawan (2015—2016)
- Kepala Staf Koarmabar (2016—2017)
- Pangkolinlamil[1][2][3] (2017—2018)
- Pangarmabar (2018)
- Pangarmada I (2018—2019)
- Pangkogabwilhan I (2019—2020)
- Kasal (mulai 2020 - ). (berbagai sumber)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sultan Ternate Anugerahi Gelar "Penguasa Laut Terbesar" kepada Laksamana Yudo Margono

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved