Berita Gresik
Gresik Agropolitan, Ribuan Nelayan Dapat Bantuan Dampak Cuaca Buruk
Terdampak cuaca buruk dan tak bisa melaut, ribuan nelayan di Gresik mendapat bantuan sembako. Bantuan diberikan sebanyak 3 kali hingga Desember 2022
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, GRESIK - Melalui program Nawa Karsa, Gresik Agropolitan, ribuan nelayan yang terdampak cuaca buruk di Gresik mendapat bantuan sembako.
Mereka mendapat bantuan paket sembako berupa minyak, beras dan lainnya sebagai pengganti akibat tidak bisa melaut.
Diketahui, ribuan nelayan ini berasal dari sejumlah daerah. Mulai dari Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Duduksampeyan, Manyar, Gresik dan Kebomas. Mereka adalah nelayan yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Pembagian paket sembako ini diberikan untuk nelayan saat memasuki musim angin barat, di mana nelayan kesulitan untuk melaut dan hasil tangkapan menurun. Semoga ini bisa bermanfaat dan meringankan kebutuhan para nelayan sehari-hari," ujar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Jumat (25/11/2022).
Selain pemberian paket sembako, terdapat beberapa fokus utama dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan.
Mulai dari program Go Tani pada sektor perikanan dan program nelayan berdaulat dengan penyediaan permodalan lunak dan pembangunan beberapa titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Pemberian paket sembako ini, nantinya akan diberikan sebanyak tiga kali hingga bulan Desember 2022.
Momen tersebut, bertepatan dengan berlangsungnya musim angin barat yang biasanya berlangsung di akhir tahun. Sehingga, total paket sembako yang diberikan sebanyak 3.000 paket sembako.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Nadlelah mengutarakan, nelayan yang tidak terdaftar di DTKS agar tidak perlu risau.
"Akan kami usahakan untuk bisa menerima bantuan dari Provinsi Jawa Timur. Insya Allah jumlahnya nanti 2.667 paket, sehingga bisa menjangkau lebih luas kepada nelayan Kabupaten Gresik yang data terakhirnya tercatat sebanyak 11.167 jiwa," terangnya.
Salah satu nelayan asal Desa Sukorejo, Syafi (61) mengaku bantuan ini sangat berarti di tengah musim angin barat, di mana banyak nelayan kesulitan untuk melaut.
"Seperti sekarang, musim angin barat, bagi nelayan yang perahunya kurang memenuhi syarat akan sangat berbahaya untuk melaut. Jadi nanti kalau anginnya sudah agak teduh baru kita bisa melaut lagi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/para-nelayan-di-Gresik-mendapat-bantuan-sembako.jpg)