4 FAKTA Mensos Risma Tak Terima Dimarahi TNI AD Saat Kunjungi Lokasi Gempa Cianjur, Ini Alasannya
Mensos Tri Rismaharini Tak Terima dimarahi prajurit TNI AD saat kunjungi lokasi gempa Cianjur ramai jadi sorotan. Berikut fakta-faktanya.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Sederet fakta tentang insiden Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dimarahi prajurit TNI AD saat kunjungi lokasi gempa Cianjur ramai jadi sorotan.
Mensos Risma merasa tak terima dengan perlakuan prajurit TNI AD tersebut.
Menurut Risma, ia diminta putar balik saat mengunjungi lokasi terdampak gempa Cianjur, padahal ada satu staf Kemensos yang diperbolehkan lewat.
Mantan Wali Kota Surabaya itu bahkan mengadukan masalah ini kepada salah satu pimpinan TNI AD yang bertugas.
Berikut rangkuman fakta Risma ngadu dimarahi prajurit TNI AD, melansir dari Tribunnews dalam artikel 'Mensos Risma Tak Terima Dimarahi Prajurit TNI AD Saat Kunjungi Daerah Terdampak Gempa Cianjur'.
1. Diminta putar balik
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku dimarahi dan diminta putar balik oleh prajurit TNI AD saat mengunjungi lokasi terdampak gempa Cianjur pada Kamis (24/11/2022).
Risma mengatakan, dia menuju daerah terdampak gempa dengan mengikuti salah satu pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, tetapi dia justru dimarahi dan diminta putar balik oleh anggota TNI AD yang berjaga di sekitar lokasi.
"Saya kan tidak tahu lewat mana (ke lokasi terdampak gempa).
Kemarin saya dimarahi pasukan (TNI AD)," kata Risma, Kamis (24/11/2022).
"Saya mau ke sana, saya tidak boleh (lewat), disuruh balik saya," imbuhnya.
Dia mengatakan, prajurit TNI yang memarahinya pun sempat bertanya soal alasan Risma dan rombongannya memilih jalur tersebut untuk menuju lokasi terdampak gempa.
Menjawab pertanyaan tersebut, Risma menekankan bahwa dia hanya mengikuti pejabat Pemkab Cianjur.
"Saya ditanya sama dia (prajurit TNI), 'Kenapa lewat sini?', Lho apa saya tahu, saya bilang, mana ada menteri mikir jalan lewat mana. Ya kan saya tidak tahu lewat mana, Saya ikut saja," jelasnya.
2. Temui pimpinan TNI AD
Di tengah wawancara dengan wartawan, Risma pun meminta ajudannya untuk memanggil salah satu pimpinan dari TNI AD yang berada tak jauh dari posisinya.
Kepada wartawan, Risma mengaku, dia masih tidak terima dimarahi oleh prajurit TNI AD saat hendak ke lokasi terdampak gempa Cianjur.
"Masih tidak terima aku (dimarahi)," ucap Risma seraya tertawa.
Tak lama kemudian, pimpinan TNI AD bernama Ryan menghampiri Risma.
Ryan menyampaikan bahwa dia telah mengetahui insiden yang dialami oleh Mensos tersebut.
"Dengar kasus saya?" tanya Risma. "Siap (sudah dengar)," jawab Ryan.
3. Alasannya Tak Terima
Risma pun lantas menceritakan secara detail kronologi dia dimarahi oleh anggota TNI AD di sekitar lokasi terdampak gempa Cianjur.
Risma menjelaskan, dia sebenarnya tak masalah jika tidak dibolehkan melewati jalan tersebut untuk menuju lokasi terdampak gempa.
Akan tetapi, dia menerangkan, salah satu staf Kementerian Sosial (Kemensos) ternyata diizinkan melewati jalan itu menuju ke lokasi terdampak bencana yang terjadi pada Senin (21/11/2022) tersebut.
"Saya sebetulnya saat itu ya sudah kalau harus balik lagi, tapi ada salah satu anak buah saya dapat izin untuk masuk," ungkapnya.
4. Minta prajurit yang memarahinya diperiksa
Kepada Ryan, Risma juga mengatakan bahwa dia tak terima telah dimarahi oleh prajurit TNI AD.
Dia meminta kepada Ryan untuk memeriksa kondisi psikologis anggotanya tersebut.
"Yang jadi masalah lagi, saya dimarahi oleh dia (prajurit TNI AD).
Jadi saya minta anak itu diperiksa psikisnya. Dia ngomong, 'Kenapa pejabat lewat sini?'. Lho, kayaknya sakit deh dia itu," ucap Risma.
Menanggapi permintaan Risma, Ryan bertanya kepada Medsos tentang sosok dan asal kesatuan prajurit yang dimaksud.
Risma pun menjawab bahwa prajurit yang dimaksudnya itu berasal dari Yonzipur III Siliwangi.
Update Jumlah Korban
Sementara itu, Jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka akibat gempa bumi di Cianjur terus bertambah hingga Kamis (24/11/2022) sore.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia pada hari ini bertambah satu orang menjadi 272 orang .
"Perkembangan terakhir terkait jumlah korban hari ini sejumlah 272 jenazah karena hari ini ditemukan 1 jenazah," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers, Kamis sore.
Sementara itu, jumlah korban luka-luka hingga Kamis sore ini mencapai 2.046 orang sedangkan jumlah pengungsi sebanyak 62.545 orang.
Suharyanto menuturkan, dari 272 korban jiwa yang telah ditemukan, 165 di antaranya telah diidentifikasi sedang 107 lainnya masih dicari identitasnya.
Adapun dengan penambahan korban jiwa yang telah ditemukan, maka jumlah korban yang berstatus hilang kini berjumlah 39 orang.
Ia menuturkan, 39 orang hilang itu terdiri atas 32 orang warga Desa Cijedil dan 7 orang warga yang sedang melintas di desa tersebut saat gempa mengguncang.
"Korban hilang ini semuanya sudah teridentifikasi nama dan keluarganya, sehingga ini untuk memudahkan pencarian yang dilaksanakan terus menerus," kata Suharyanto.
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id