Berita Blitar

Longsor di Blitar Robohkan Dinding Rumah, Emak-Emak Histeris, Persiapan Hajatan Seketika Buyar

Mereka belum tahu apa yang terjadi, dinding batako tiba-tiba jebol sehingga membuat semua orang yang ada di dapur terperanjat kaget.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Personel TNI dan polisi bersama warga melakukan pembersihan di Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Kamis (24/11/2022), setelah kejadian longsor pada Rabu (23/11/2022) lalu. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Hujan yang semakin sering turun setiap hari harus menambah kewaspadaan warga terutama di dataran tinggi, seperti di Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Tanpa ada tanda-tanda awal, mendadak longsor menghantam sebuah rumah warga yang Rabu (23/11/2022) malam lalu sedang ada kegiatan memasak untuk persiapan hajatan.

Belasan warga yang kebanyakan emak-emak seketika panik bahkan sampai menjerit histeris. Karena terpaan material longsor sudah merobohkan dinding rumah di bagian dapur dan menimpa bahan-bahan untuk memasak.

"Malam itu ada acara masak-masak di rumah warga bernama Herman, karena persiapan acara Yasinan dan Tahlil. Mungkin saja, mereka kaget karena ada longsor," ujar Kepala Desa Semen, Slamet Suyanto, Kamis (24/11/2022).

Ditambahkan Slamet, longsor terjadi di tengah hujan yang sangat deras malam itu. Tetapi beberapa ibu memang sedang memasak di dapur rumah Herman karena ada kegiatan pengajian. Tanpa diduga, mendadak terdengar suara keras dari balik dinding tembok batako dapurnya.

Mereka belum tahu apa yang terjadi, dinding batako tiba-tiba jebol sehingga membuat semua orang yang ada di dapur terperanjat kaget. Ternyata, dinding itu ambruk terkena tekanan tanah longsor ketinggian sekitar 8 meter dari tebing di luar.

"Dapur rumah Pak Herman itu memang berada di bawah perengan i(tebing) tu, sehingga kalau ada kejadian seperti itu ya paling rawan," kata Slamet.

Kegiatan memasak otomatis terhenti dan ibu-ibu buyar berlarian keluar. Para tetangga pun berdatangan meski hujan masih sangat deras. "Jelas kaget, karena kejadiannya begitu cepat. Bersamaan terdengar suara gemuruh seperti material longsor bercampur semak-semak, kemudian dinding dapurnya jebol," paparnya.

Selain menghentikan kegiatan memasak, para ibu terpaksa pulang sendiri-sendiri, bahkan semua peralatan memasak rusak akibat tertimpa reruntuhan. Akhirnya, malam itu Herman dan keluarganya terpaksa tidur di rumah saudaranya, sampai dipastikan tidak ada bencana susulan.

"Siang tadu kami bersama warga sudah bergotong-royong untuk membersihkan bekas longsoran. Bahkan korban sudah bisa beraktivitas kembali di rumahnya. Termasuk acara Yasinan dan Tahlil, bisa digelar di rumahnya," ujar Iptu Heru Susanto, Kapolsek Gandusari. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved