UMK Surabaya

ALASAN Kenaikan UMK Surabaya 2023 dan Daerah Lain Maksimal 10 Persen, Menaker Minta Patuhi Aturan

Berikut ini dua alasan mengapa kenaikan UMK Surabaya dan daerah lain tak boleh lebih dari 10%.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
Thinkstocks
Ilustrasi. Simak Info Terbaru Kemnaker Soal Kenaikan UMK Surabaya 2023 dan Daerah Lain. 

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga meminta seluruh kepala daerah menetapkan UMK 2023 sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 dengan penyesuaian formula diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat.

Dalam pernyataan secara virtual di Jakarta, Sabtu, Menaker Ida mengatakan bahwa dari aspirasi yang berkembang ditemukan bahwa penetapan upah minimum melalui formulasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan belum dapat mengakomodasi kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.

Dia menyoroti kondisi di mana upah minimum 2022 tidak dapat menyeimbangkan laju kenaikan harga-harga barang yang mengakibatkan menurunnya daya beli pekerja.

Hal itu dikhawatirkan dapat terjadi juga pada 2023.

"Dengan adanya penyesuaian formula upah minimum 2023, saya berharap daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja," kata Ida, melansir dari ANTARA.

"Saya juga meminta seluruh kepala daerah melaksanakan kebijakan penghitungan upah minimum 2023 sesuai dengan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 ini," tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini kondisi sosial ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih diikuti dengan ketidakpastian ekonomi global yang berimplikasi menekan laju pemulihan ekonomi nasional.

Padahal, struktur ekonomi nasional mayoritas disumbang oleh konsumsi masyarakat dipengaruhi daya beli dan fluktuasi harga.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved