Berita Kediri

Polsi Kediri Gelar Paroli Anti Kerusuhan Joyoboyo Antisipasi Geng Motor Brutal

Polsek Mojoroto, Kota Kediri menggelar Patroli Anti Kerusuhan (Anker) Joyoboyo. Kegiatan ini mengantisipasi aksi anarkisme

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Fatkhul Alami
Dok Polsek Mojoroto Kediri
Petugas Polsek Mojoroto, Kota Kediri memeriksa sejumlah pemuda saat melakukan patroli Anti Kerusuhan Joyoboyo, Minggu (20/11/2022) dini hari. 

 

SURYA.co.id | KEDIRI - Polsek Mojoroto, Kota Kediri menggelar Patroli Anti Kerusuhan (Anker) Joyoboyo. Kegiatan ini mengantisipasi aksi anarkisme yang dilakukan oknum perguruan pencak silat dan geng montor, Minggu (20/11/2022) dini hari.

Anker Joyoboyo digelar petugas dengan berpatroli di setiap titik lokasi yang sudah dipetakan sebelumnya.

Sasarannya adalah geng motor bersenjata, kelompok konvoi liar, para remaja pulang pagi, dan kafe - kafe yang buka di atas pukul 23.00 WIB.

Setiap menemui sekelompok remaja yang bergerombol didatangi dan ditanya identitasnya, termasuk penggeledahan badan apabila ada yang mencurigakan.

Tujuannya untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak membawa senjata tajam atau barang - barang terlarang lainnya seperti miras, narkoba maupun senpi dan sajam.

Kapolsek Mojoroto Kompol Muhklason menjelaskan, sasaran operasi di semua titik yang berada di wilayah hukum Polsek Mojoroto.

Diungkapkan, belakangan ini muncul sejumlah kelompok geng motor maupun balap liar serta konvoi liar yang tidak bertanggung jawab rawan.

Sehingga rawan terjadi bentrokan bila berpapasan dengan kelompok -kelompok lainnya, bahkan dalam beberapa kasus ada yang menyerang warga.

Penyerangan dilakukan karena ada warga yang membuat video dan merekam saat mereka berkonvoi. Sehingga warga diserang oleh kelompok geng motor tersebut.

"Sudah ada beberapa kejadian terkait kebrutalan aksi geng motor dan konvoi liar. Masyarakat secara umum bisa lihat video kebrutalan mereka di media sosial yang sangat tidak pantas dan mengganggu ketertiban umum," jelasnya.

Kapolsek Mojoroto mengharapkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya aksi balapan liar, konvoi liar yang berbuat onar atau tindakan anarkis yang meresahkan.

"Setiap tindakan anarkis yang menimbulkan keresahan warga akan kita tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved