Pemilu 2024

Jelang Rekrutmen Badan Adhoc Pemilu 2024, KPU Jatim Harap Keterwakilan Perempuan Terpenuhi

KPU Jatim berharap berbagai elemen dapat turut serta, termasuk terpenuhinya keterwakilan perempuan minimal 30 persen.

tribun jatim/yusron naufal
Kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang digelar KPU Jatim terkait persiapan tahapan pembentukan PPK dan PPS Pemilu 2024 di Jawa Timur beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum terus mempersiapkan tahapan rekrutmen badan adhoc Pemilu 2024 yang akan segera dimulai.

KPU Jatim berharap berbagai elemen dapat turut serta, termasuk terpenuhinya keterwakilan perempuan minimal 30 persen.

Mengacu pada jadwal tahapan, rekrutmen badan adhoc ini akan dimulai pada 20 November 2022 untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Secara maraton tahap ini akan berlangsung hingga direncanakan anggota PPK akan dilantik pada 4 Januari 2023 mendatang.

Sementara untuk jadwal pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan dimulai pada 18 Desember 2022 dan tahapannya akan berlanjut hingga anggota PPS bisa dilantik pada 17 Januari 2023.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan (SDM dan Litbang) KPU Jatim Rochani menjelaskan, pedoman teknis pembentukan badan adhoc penyelenggara Pemilu diatur dalam Keputusan KPU nomor 476 tahun 2022.

Keputusan KPU itu memuat mengenai persyaratan dan sejumlah ketentuan lain. Termasuk di antaranya keterwakilan perempuan.

"Kami berharap bisa terpenuhi keterwakilan 30 persen perempuan," kata Rochani saat dikonfirmasi, Jumat (18/11/2022).

Terkait keterwakilan perempuan di rekrutmen badan adhoc ini diatur sebagai pertimbangan persyaratan.

Selain itu, Rochani juga berharap lantaran selama ini keterwakilan perempuan di badan adhoc di Jawa Timur belum terpenuhi misalnya di Pilkada 2020 lalu.

"Data pada Pilkada 2020 di Jatim, masih belum terpenuhi untuk PPK hanya 19 persen," jelas mantan Ketua KPU Kota Batu tersebut.

Disisi lain, Rochani mengatakan rekrutmen badan adhoc ini juga membuka kesempatan kepada kalangan disabilitas.

"Demikian juga harapan partisipasi bagi Penyandang disabilitas, selama memenuhi persyaratan dan mampu menjalankan tugas," ucap Rochani.

Untuk diketahui, sebelumnya PPK yang akan dibutuhkan diseluruh Jawa Timur diperkirakan berjumlah 3.330 orang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved