Berita Lamongan

Trenyuh, Wanita Lamongan Ini Wafat di Pangkuan Suami saat Beristirahat Usai Perjalanan dari Surabaya

Mereka pun mendekati Warimin dan sebagian ikut trenyuh melihat pria itu sesenggukan membaringkan istrinya di atas paving pelataran stadion

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Korban Nur Mujiati dibaringkan suaminya di depan Stadion Surajaya, setelah perjalanan dari Surabaya menuju Bojonegoro, Jumat (18/11/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pelajaran terbaik untuk menghargai kehidupan adalah kematian itu sendiri, dan hanya Tuhan yang mengetahui kapan terjadinya. Warimin (57) mungkin menyadari betapa berharga hidupnya selama ini bersama istrinya, Nur Mujiati (43), justru ketika perempuan tersebut mendadak menutup mata di depan Stadion Surajaya, Jumat (18/11/2022).

Nur Mujiati, perempuan asal Desa Pamotan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan itu mendadak pergi untuk selamanya setelah sebelumnya dibonceng suaminya, Warimin, naik sepeda motor dari Surabaya dengan tujuan ke Bojonegoro.

Dan yang membuat trenyuh orang yang menyaksikannya, Nur Mujiati meninggal saat tertidur di pangkuan suaminya itu. Warimin pun kaget dan warga Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro itu akhirnya hanya menangis sesenggukan saat memeluk istrinya.

Tragedi di depan Stadion Surajaya Lamongan itu menarik perhatian beberapa warga dan sejumlah pedagang di sana. Mereka ikut terharu menyaksikan kesedihan Warimin melepas kepergian istri tercintanya.

"Tadi korban memang istirahat di depan sini dan kelihatan kelelahan. Suaminya sempat mengusap-usap rambut korban," kata Sum'an, seorang penjual soto di area stadion.

Menurut Warimin, ia dan istrinya memang baru melalui perjalanan naik motor Honda Beat N 2033 KS dari Surabaya menuju Bojonegoro. Seingat Warimin, saat masuk wilayah perbatasan Gresik - Lamongan, istrinya sudah mulai batuk namun tetap melanjutkan perjalanan.

Mereka baru berhenti dan beristirahat di depan Stadion Surajaya. Ia mengakui, istrinya terlihat lelah kemudina meminta berbaring di pangkuannya. Dan tidak lebih dari 10 menit beristirahat, Nur Mujiati tidak bergerak dan ternyata sudah meningal di pangkuan Warimin.

Warimin mengaku sangat terguncang dan tangisnya meledak. Tangisan Warimin mengundang perhatian para pedagang di Stadion Surajaya, termasuk Sum'an. Mereka pun mendekati Warimin dan sebagian ikut trenyuh melihat pria itu sesenggukan membaringkan istrinya di atas paving pelataran stadion dan menutupnya dengan sweater wungu yang dikenakannya.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Deket. Korban Nur Mujiati dibawa Kapolsek Deket, AKP Iswati, Kanit Reskrim, Aiptu Slamet ke RS Muhammadiyah Lamongan dan langsung ditempatkan kamar jenazah.

Hingga berita ini dikirim, Kapolsek Iswati dan Kanit Reskrim masih melakukan pendataan di RS Muhammadiyah Lamongan. "Motor korban sudah diamankan di Polsek, sementara kejadian meninggal mendadak ini masih ditangani penyidik," kata Kapolsek Deket, AKP Iswati melalui Kasi Humas, Ipda Anton Krisbiantoro kepada SURYA.

Menurut Warimin, istrinya tidak mengidap penyakit. Saat istirahat, korban hanya ada batuk sedikit. "Korban meninggal mendadak di pangkuan suaminya saat sedang istirahat di depan Stadion Surajaya, " kata Iswati. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved