Berita Lamongan

Ratusan Nelayan di Brondong Lamongan Keluhkan Pendangkalan Sungai di Pelabuhan TPI Lohgung

Ratusan nelayan di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan pendangkalan sungai di Pelabuhan TPI Lohgung akibat sedimentasi.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Nelayan terpaksa menyandarkan perahunya di tengah sungai, akibat pendangkalan sungai di Pelabuhan TPI Lohgung, Kabupaten Brondong, Lamongan, Jumat (18/11/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ratusan nelayan di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan pendangkalan sungai di Pelabuhan TPI Lohgung akibat sedimentasi.

Akibatnya, ratusan perahu nelayan Lohgung seringkali terjebak lantaran kandas saat hendak sandar maupun ketika hendak keluar melaut.

"Ini perlu penanganan segera. Harus dinormalisasi, " kata Kades Lohgung, Muhammad Abdul Nasyir, Jumat (18/11/2022).

Keluhan warganya yang mayoritas hidup sebagai nelayan itu sangat wajar, karena mereka repot saat hendak bersandar atau ketika hendak berangkat melaut.

Dangkalnya labuhan tempat sandar itu, menurut kades yang didampingi Kaur Kersa, Hendi Siswayono sudah dirasakan sejak tiga tahun terakhir ini.

Nelayan  yang memaksakan hendak sandar, terkadang harus turun di tengah sungai sebelum perahu nelayan sampai ke bibir sungai.

"Terpaksa perahu dilepas di tengah labuhan dan nelayan turun berjalan menuju daratan, " ungkap Hendi.

Sedimentasi rata-rata ketinggian mencapai 80-100 sentimeter. Karena ada sedimentasi, sebagian besar perahu disandarkan di luar Labuhan TPI Lohgung.

Keluar masuk alur nelayan penuh dengan endapan lumpur, sehingga mempersulit keluar masuknya perahu nelayan di Pelabuhan TPI Lohgung.

Ketika air sedang pasang, perahu nelayan bisa masuk ke sungai untuk bersandar. Namu, keesokan hari air sudah surut kembali, perahu tidak bisa bergerak.

“Sedangkan perahu nelayan lainnya yang belum pulang terpaksa menyandarkan perahunya di tengah laut,” terang Hendi.

Untuk mengatasi masalah itu, sungai harus dikeruk. Jika tidak dikeruk nelayan akan mengalami kendala beraktivitas sehari-hari.

"Mulai bulan Desember hingga bulan empat, itu yang paling parah, " kata salah seorang nelayan, Mu'anam.

Mata pencarian utama masyarakat di Lohgung adalah nelayan. Jika sungai dangkal, masyarakat sulit menangkap ikan, sehingga berdampak pada ekonominya.

“Karena itu, kami berharap ada tangan dingin para pemerintah untuk melakukan normalisasi secara berkala untuk mengatasi kedangkalan sungai,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi memaklumi keluhan para nelayan.

Bahkan, ia sudah melihat dari dekat pendangkalan yang ada di Pelabuhan Lohgung Brondong. 

Ia memastikan tidak akan membiarkan apa yang dikeluhkan masyarakat nelayan.

"Kami sudah masukkan dalam perencanaan," kata Bupati Yuhronur.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved