Berita Nganjuk

APBD Nganjuk 2023 Defisit Rp 227 Miliar, DPRD Desak Penggalian Potensi Pajak dari Hotel dan Resto

"Maka kami minta Dispenda Kabupaten Nganjuk bisa semakin maksimal dalam bekerja menggali sumber PAD," ujar Tatit.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono bersama Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menyetujui dan menetapkan bersama APBD tahun 2023 meski terjadi defisit anggaran. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nganjuk tahun 2023 akhirnya ditetapkan, dengan catatan defisit yang diproyeksikan senilai Rp 277 miliar. DPRD Kabupaten Nganjuk pun mendorong pemda agar menggali potensi pemasukan lain seperti dari sektor hotel dan restoran, agar defisit itu tidak mengganggu perencanaan pembangunan.

Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, APBD hingga sekarang ini masih mengandalkan transfer dari pemerintah pusat. Di mana pada 2023 diperkirakan dana transfer tersebut mengalami penurunan. Padahal, nilai belanja dalam APBD terus mengalami kenaikan.

"Untuk menutupi defisit anggaran tersebut bisa mengandalkan SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran), tetapi kalau masih kurang, kita harus mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," kata Tati, Jumat (18/11/2022).

PAD Nganjuk berada di kisaran Rp 350 miliar dan sudah dimasukkan sebagai sumber pendapatan dalam APBD 2023. Hanya saja, sumber PAD tersebut masih bisa digali dan dimaksimalkan kembali untuk menurup defisit APBD tahun 2023.

Sejumlah sektor yang diperkirakan masih bisa digali untuk sumber PAD, menurut Tatit, salah satunya adalah sektor pajak perhotelan, rumah makan, perparkiran, tiket masuk objek wisata yang dikelola Pemkab Nganjuk, dan sebagainya.

Karena hingga kini sektor perpajakan di luar PBB (pajak bumi dan bangunan) memang belum maksimal. Terutama pajak hotel dan restoran yang kini semakin banyak dibuka di Nganjuk namun belum tersentuh pajak.

"Maka kami minta Dispenda Kabupaten Nganjuk bisa semakin maksimal dalam bekerja menggali sumber PAD," ujar Tatit.

Tatit juga memaparkan, melalui komisi-komisi pihaknya juga telah meminta agar anggota DPRD ikut mendorong pengelolaan sumber PAD lebih maksimal di bidangnya masing-masing. Diharapkan dengan adanya dorongan dan dukungan dari anggota DPRD maka upaya memaksimalkan pendapatan dari berbagai sektor untuk menutup defisit APBD bisa dilaksanakan.

"Itulah mengapa kami juga berkonsentrasi penuh dalam mengawasi potensi sumber PAD di Nganjuk untuk bisa lebih dimaksimalkan," tegasnya.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengakui ada defisit APBD tahun 2023. Di mana ada total kebutuhan anggaran belanja sekitar Rp 2,5 triliun tetapi proyeksi pendapatan dalam APBD 2023 hanya sekitar Rp 2,3 triliun atau ada kekurangan sekitar Rp 277 miliar.

"Adanya defisit anggaran itu biasa dan bisa kami tutup melalui SiLPA dan memaksimalkan kembali PAD Nganjuk," tutur Marhaen. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved