Berita Nganjuk

Disergap di Tol Ngawi-Kertosono, Pembawa 250 Ribu Batang Rokok Bodong Ternyata Sopir asal Madura

Akibat perbuatan tersangka tersebut, tambah Nophy, telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara dengan jumlah seluruhnya Rp 150 juta.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Penerimaan Barang bukti perkara rokok ilegal dan tersangka oleh JPU Gabungan Kejati Jatim dan Kejari Nganjuk, Kamis (17/11/2022). 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Nganjuk melaksanakan penerimaan tersangka dan barang bukti (tahap II) perkara rokok ilegal dari Penyidik PPNS Kantor Wilayah Jawa Timur II Dirjen Bea Dan Cukai Kementerian Keuangan RI.

Penerimaan tersangka perkara rokok ilegal tersebut atas nama Yakup Andriyanto (32), sopir asal Madura diterima langsung JPU Gabungan Kejati Jatim dan Kejari Nganjuk, Kamis (17/11/2022).

Kajari Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH menjelaskan, tersangka dalam perkara yang dilimpahkan (Tahap II) dari Penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum tersebut adalah sopir yang mengangkut rokok yang tanpa dilekati cukai.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 54 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai Jo Pasal 53 ayat (1) KUHPidana.

"Selain itu, tersangka disangkakan melanggar Pasal 56 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai," kata Nophy melalui Tim Penerangan Kejari Nganjuk, Dicky Andy Firmansyah SH, Kamis (17/11/2022).

Dikatakan Nophy, dalam perkara tersebut disebutkan sopir pengangkut rokok tanpa pita cukai tersebut pada hari Senin tanggal 19 September 2022 pukul 22.30 WIB bertempat di daerah Duko Timur, Katel, Pamekasan Madura, telah memuat rokok tanpa dilekati pita cukai dengan menggunakan Toyota Avanza Nopol B 1176 FFS.

Ketika dalam perjalanan di Jalan Tol Ngawi – Kertosono KM 647 Nganjuk pada tanggal 20 September 2022 pada Pukul 02.10 WIB, tersangka diberhentikan oleh Petugas Kanwil DJBC Jawa Timur II.

"Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap isi muatannya, ditemukan rokok tanpa dilekati pita cukai yaitu Sigaret Keretek Mesin (SKM) dengan total keseluruhan 250.000 batang. Seluruhnya tidak dilekati pita cukai sehingga diamankan ke Kantor Wilayah DJBC Jatim II," ucap Nophy.

Akibat perbuatan tersangka tersebut, tambah Nophy, telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara dengan jumlah seluruhnya Rp 150 juta. Dan dalam perkara itu, tersangka sebelumnya telah ditahan oleh Penyidik di Rutan Lowokwaru Malang dan saat penerimaan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Jaksa Penuntut Umum melanjutkan penahanan selama 20 Hari di Rutan Kelas IIB Nganjuk, mulai 17 November 2022 sampai dengan tanggal 6 Desember 2022.

Adanya Tahap II tindak pidana cukai tersebut, imbuh Nophy, merupakan tahapan dari proses penanganan perkara sebelum kasus tersebut disidangkan di pengadilan. Selanjutnya Tim Gabungan Jaksa Penuntut Umum akan segera menyusun dakwaan terhadap tersangka untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Nganjuk.

"Kami telah menunjuk delapan orang Jaksa Penuntut Umum untuk menyidangkan perkara tersebut," tutupnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved