Berita Sidoarjo

Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor Kunjungi Sidoarjo: Nilai UMK Diharap Menyenangkan Semua Pihak

Wamen Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor: Besaran UMP akan diumumkan pada 20 November nanti. Sedangkan untuk UMK diumumkan pada 30 November.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Wakil Mentri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor saat berkunjung ke pabrik Maspion II di Sidoarjo, Selasa (15/11/2022). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Besaran nilai UMK (Upah Minimum Kabupaten) dan UMP (Upah Minimum Provinsi) diharapkan bisa menyenangkan semua pihak. 

Setidaknya, kalangan pengusaha tidak merasa keberatan dan para buruh juga tidak merasa upah yang diterimanya terlalu kecil. 

“Rencananya besaran UMP akan diumumkan pemerintah provinsi pada 20 November nanti. Sedangkan untuk UMK diumumkan pada 30 November. Semua perlu dipertimbangkan, agar semua bisa happy,” kata Wakil Mentri (Wamen) Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor saat berkunjung ke pabrik Maspion II di Sidoarjo, Selasa (15/11/2022). 

Pihaknya berharap, dalam pembahasannya bisa maksimal sehingga ada titik keseimbangan yang tidak membebani pengusaha, tapi pekerja juga tidak merugi.

Menurut Afriansyah, ada sejumlah pertimbangan dalam penetapan besaran UMP ataupun UMK. Salah satunya kondisi perekonomian. Termasuk Peraturan Pemerintah (PP) No 36 tahun 2021 yang menjadi pedoman. 

“Inflasi Indonesia saat ini di angka 5,7 persen. Semua perlu tahu diri. Pengusaha juga sedang sulit, pekerja juga perlu diperhatikan,” lanjut Afriansyah.

Disebutnya, sekarang ini sektor padat karya seperti usaha tekstil juga sedang mengalami masa cukup sulit. Permintaan luar negeri atau ekspor juga menurun. Hal itu juga perlu dipertimbangkan. 

Sementara, Bos Maspion Group Alim Markus juga mengakui bahwa kondisi pengusaha saat ini sedang sulit. Ada banyak alasan yang menjadi penyebabnya. 

“Kondisi sekarang ini sedang sangat berat. Kondisinya sulit, apalagi perusahaan yang padat karya. Tahun ini bisa tutup inflasi saja sudah bersyukur,” kata Alim Markus.

Tahun depan, menurutnya juga berpotensi masih berat. Sehingga semua harus bekerja keras untuk bisa bangkit. Termasuk para pelaku usaha, buruh, dan sebagainya. 

Pihaknya berharap, pemerintah bisa hadir untuk menguatkan iklim usaha. Khususnya bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, inflasi Jatim pada Oktober 2022 di angka 6,65 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga. Di antaranya pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,31 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,31 persen.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved