Sekeluarga Tewas di Kalideres

FAKTA BARU Sekeluarga Tewas di Kalideres, Temuan Buku-buku Agama dan Kunci, Kuat Dugaan Apokaliptik?

Terungkap temuan baru kasus sekeluarga tewas di Kalideres. Makin kuatkan dugaan mereka tewas karena aliran tertentu?

Editor: Musahadah
kolase kompas TV/tribun jakarta
Benny Mamoto mengungkap temuan baru di kasus sekeluarga tewas di Kalideres. Terbaru, ditemukan buku-buku agama di TKP. 

SURYA.CO.ID - Ini lah fakta-fakta baru dari kasus sekeluarga tewas di kompleks Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022). 

Temuan ini berupa buku-buku bermacam agama dan buku-buku bacaan lainnya dari lokasi sekeluarga tewas di Kalideres. 

Temuan baru ini diungkapkan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto saat wawancara di Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Selasa (15/11/2022). 

Menurut Benny, temuan ini dimungkinkan akan mengungkap penyebab sekeluarga tewas di Kalideres. 

Pakar Hukum Pidana Adrianus Meliala menduga ada dua kemungkinan penyebab tewasnya sekeluarga yang terdiri empat orang, yakni Rudyanto Gunawan (71), istrinya Margaretha Gunawan (68), anak mereka Dian (40), serta Budyanto Gunawan (69). 

Adrianus mengaku tidak mempercayai konteks  kelaparan yang menjadi penyebab tewasnya Rudyanto Gunawan sekeluarga, karena akan sangat menderita. 

Baca juga: SIAPA Budyanto Gunawan yang Ikut Sekeluarga Tewas di Kalideres? Sosiolog Soroti Reaksi Adik Korban

Namun lain ceritanya jika kelaparan itu disengaja. 

Untuk kelaparan yang disengaja ini Adrianus memiliki dua kemungkinan, pertama ada orang ke-5 yang sengaja memaksa empat itu lapar hingga akhirnya meninggal dunia. 

Namun kemungkinan ini kecil karena ternyata kondisi pagar yang sampai ke atap sehingga tidak mungkin orang lain bisa mencoba masuk lalu ke luar rumah lagi.   

Kedua, memang dari ke 4  orang itu ada ada keyakinan yang luar biasa kuat berupa keyakinan spiritual mengenai dunia setelah mati. 

Adrianus Meliala menyebut hal itu sebagai keyakinan apokaliptik pada wawancara sebelumnya. 

Dengan keyakinan ini akan mendorong yang bersangkutan rela menempuh kesengsaraan demi meraih kemuliaan setelah mati.

"Kalau orang sudah berpikir tentang dunia fana. Hal-hal yang di dunia ini dipikir fana. Maka kelaparan dianggap cobaan.

Kalau itu terjadi, kelaparan menjadi oke lalu berakhir kematian," katanya. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved