Berita Surabaya

63 Puskesmas di Kota Surabaya Wajib Selesaikan Pelayanan Kesehatan Maksimal 30 Menit Tiap Pasien

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meminta puskesmas se-Kota Surabaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

surya.co.id/habibur rohman
Suasana layanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ketabangkali Surabaya, Senin (14/11/2022). Untuk pelayanan warga kota, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Puskesmas untuk meningkatkan pelayan pada masyarakat dengan batas waktu maksimal 30 menit. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meminta puskesmas se-Kota Surabaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Di antaranya, kepastian waktu pelayanan untuk masing-masing pasien.

Wali Kota meminta para Kepala Puskesmas memastikan pasien tak menunggu lama di Puskesmas.

Panjangnya proses harus diefektifkan. Tenaga kesehatan juga harus optimal memanfaatkan waktu pelayanan.

Ini menjadi satu di antara kontrak kinerja yang disepakati antara Wali Kota bersama 63 kepala Puskesmas di Surabaya.

"Pelayanan wajib selesai 25 menit, paling lama 30 menit,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Ini menindaklanjuti hasil temuan pihaknya saat melakukan inspeksi ke sejumlah Puskesmas pekan sebelumnya.

Ia masih menemui lamanya waktu pelayanan, banyaknya antrean pasien, hingga dokter yang keluar kantor untuk rapat dinas.

Untuk mempercepat pelayanan, pihaknya lantas menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memastikan tenaga kesehatan tetap berada di Puskesmas selama jam pelayanan.

”Minimal harus ada tiga dokter. Dua dokter untuk Poli Umum dan satu dokter Poli Gizi, stay (berjaga) di Puskesmas,” kata Cak Eri.

Selain soal waktu pelayan yang efektif, penandatanganan kontrak kinerja tersebut juga menyangkut beberapa hal lain. Termasuk, soal akurasi data warga kekurangan gizi.

Termasuk, soal pencegahan hingga langkah penindakan. "Jangan sampai ada lagi pra sunting (berpotensi stunting) akhirnya menjadi stunting. Itu tidak boleh terjadi," katanya.

Kontrak kinerja itu terintegrasi dengan kontrak kinerja yang juga ditandatangani camat dan lurah sekaligus dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

Di dalam kontrak kinerja tersebut, ia juga mencantumkan poin, setiap puskesmas harus ada dua dokter.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved