Berita Situbondo

Diawasi Kejari Situbondo, SMKN 1 Panji Akhirnya Serahkan Ratusan Ijazah kepada Para Lulusan

Sementara itu, salah seorang siswa Fildan Hakiki mengaku senang dengan diberikannya ijazah oleh pihak sekolah pada hari ini

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Kajari Situbondo, Nauli Siregar (kiri) berbincang dengan para siswa setelah penyerahan injazah SMKN 1 Situbondo. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo akhirnya memastikan bahwa 400 ijazah untuk ratusan siswa, yang ditahan pihak SMKN I Panji, Kabupaten Situbondo, diberikan kepada anak didiknya, Senin (14/11/2022).

Penyerahan ratusan ijazah yang berlangsung di halaman SMKN I Panji, disaksikan langsung oleh Kajari Situbondo, Nauli Siregar beserta seluruh kasi di lingkungan Kejaksaan Negeri Situbondo. Tak hanya itu, sejumlah kasek membacakan dan menandatangi pakta integritas agar tidak malakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan sekolah.

Sebelum ratusan ijazah di serahkan kepada siswa dan wali murid, orang nomor satu dilingkungan Kantor Kejaksaan Negeri Situbondo, memberikan sambutan di hadapan para siswa dan wali murid tersebut.

Dalam sambutannya, Kajari Situbondo, Nauli Siregar mengatakan, sebelum proses penyerahan ijazah, pihaknya meminta Kasi Intelejen agar secara teknis administratifnya diselesaikan. "Ini untuk meyakinkan saya, apakah secara teknis administratifnya selesai atau belum. Apakah yang hadir ini reperentasi dari 400 ijazah yang tertunda itu," kata kajari.

Maksudnya, kata Nauli, mereka yang hadir ini merupakan orang yang mempunyai hak menerima ijzah. "Jangan sampai ijazah diberikan ini salah sasaran, karena ijazah ini dokumen negara," pintanya.

Menurutnya, temuan ini berawal dari pengaduan masyarakat bahwa banyak ijazah di SMKN 1 Panji yang belum diserahkan kepada anak didiknya. "Sesuai yang beredar di media sosial, ada sebanyak 400 ijazah yang belum diberikan," ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima, lanjut Nauli, ijazah anak didik yang belum diberikan oleh pihak sekolah sudah berlangsung cukup lama, yakni sejak tahun 2014 hingga tahun 2022. Dengan temuan banyak ijazah yang tertunda tersebut, selanjutnya, pihaknya menelusurinya yang ternyata ada beberapa aspek adiministrasi yang belum terselesaikan.

"Tapi setelah kami pelajari, aspek administrasi itu tidak ada relasinya dengan ijazah. Sebab ijazah itu berdiri sendiri dan negara hadir sudah dipenuhi oleh negara. Jadi tidak ada kaitannya dengan administrasi yang lainnya, sepanjang siswa dan siswi lulus dengan kategorinya, maka sesuai juklak dan juknis, ijazah itu harus dibagikan, " jelasnya.

Dikatakan, pihaknya masih mendalami aspek administrasi itu, karena ini juga menjadi atensi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. "Alhamdulilah respon cukup baik, kemarin pak kadis pendidikan menengah atas propinsi hadir ke Kejari untuk berdiskusi terkait temuan kami," kata Nauli.

Kedatangan tim kejaksaan ini, tidak lain untuk menyaksikan secara langsung proses penyerahan ijazah yang tertunda itu tanpa ada embel embel administrasi kecuali terkait berita acara penerima.

Untuk itu, sambung Nauli, pihaknya berharap ke depannya SD, SMP dan SMA tidak ada keterkaitan dengan kelulusan dan nilai. Dan para wali murid berhak meminta ijazah kepada pihak sekolah secara gratis.

"Saya berharap ijazah yang diberikan ini bisa digunakan sebagai mestinya dan bapak ibu tidak kembali ke sekolah ini. Kecuali bagi yang belum mengambil ijazah hari ini," tukasnya.

Nauli menegaskan, agar seluruh ijazah diberikan tanpa kecuali, sepanjang bisa dibuktikan yang hadir dan mewakili orang yang benar benar berhak mewakili anaknya atau saudaranya yang tidak bisa hadir karena sesuatu hal.

"Saya harap dengan kejadian ini, dunia pendidikan khususnya pendidikan menengah atas yang ada di Situbondo menjadi lebih baik kedepannya, terarah serta konstruktif dan benar dalam proses belajar mengajar dan admistrasinya. Sehingga kejadian ini tidak terulang kembali," harapnya.

Nauli mengapresiasi dengan Kacabdin Provinsi Jatim yang merespon cepat untuk menyelesaikan beberaoa ijazah yang tertunda atau ditahan pihak sekolah di Situbondo. "Ya harapannya sekolah semakin baik, sehingga target pemerintah tercapai menjadikan generasi emas di tahun 2045," katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa Fildan Hakiki mengaku senang dengan diberikannya ijazah oleh pihak sekolah pada hari ini. Sebelumnya, siswa yang lulus sekolah pada tahun 2020 lalu itu mengaku kalau ia masih memiliki tanggungan uang gedung ke sekolah sebesar Rp 1 juta.

"Saya pernah minta ijazah ke sekolah, tetapi tidak diberikan dengan alasan belum lunas," kata Fildan Hakiki.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMKN I Panji, Anik Sudiartini mengatakan pihaknya berterima kasih dengan pihak kejaksaan, karena telah diberikan solusi yang tepat. "Hari ini tidak ada lagi yang diterima anak didik kami," ujar Anik kepada sejumlah wartawan.

Saat disinggung penahanan izajah berlangsung lama oleh pihak sskolah, Anik membantah menahan ijazah itu, karrena memang banyak teknis yang ada di masyarakat Situbondo. "Kami tidak menahan, akan tetapi anak anak alumni yang belum mengambilnya," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved