Berita Surabaya

Pemkot dan Dewan Sepakat Anggarkan Rp 3 Triliun untuk Hidupi UMKM Surabaya

Pemkot Surabaya dan DPRD sepakat menganggarkan dana Rp 3 triliun untuk menghidupi pelaku ekonomi kerakyatan sektor UMKM

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
nuraini faiq/surya.co.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono saat mengesahkan APBD Surabaya 2023 sebesar Rp 11,3 triliun, di gedung DPRD Surabaya, Kamis (10/11/2023). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya dan DPRD sepakat menganggarkan dana Rp 3 triliun untuk menghidupi pelaku ekonomi kerakyatan sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Anggaran fantastis ini mulai digulirkan pada 2023 besok.

Pemkot dan DPRD sudah memasukkan anggaran itu pada APBD 2023. Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono sepakat untuk memulihkan ekonomi warga Kota Pahlawan itu dengan menguatkan sektor UMKM.

"Kami anggarkan Rp 3 triliun untuk teman-teman UMKM di Surabaya agar ekonomi warga bangkit. Ekonomi kerakyatan harus bergerak serentak," tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (13/11/2022).

Sudah menjadi komitmen Pemkot Surabaya memberikan perhatian kepada pelaku ekonomi kerakyatan itu dengan memberikan porsi anggaran ideal.

Jika dihitung, porsi anggaran untuk UMKM di Kota Surabaya mencapai 40 persen dari total APBD Surabaya 2023 yang mencapai Rp 11,2 triliun.

Porsi anggaran untuk UMKM tersebut sama seperti penganggaran pada APBD 2022.

Sama sekitar 40 persen dari total APBD.

"Komitmen kita bersama untuk membangkitkan ekonomi warga. Ini menjadi penyemangat agar ekonomi warga Surabaya bangkit," timpal Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.

Salah satu yang bakal riil bisa dinikmati pelaku UMKM adalah dengan memberikan bantuan modal.

Semua pelaku UMKM itu berhak mendapat pinjaman modal dari Bank Perkreditan milik Pemkot Surabaya, PT Surya Artha Utama (Perseroan Daerah atau Perseroan).

Pemkot Surabaya saat ini terus memberikan dukungan agar BPR tersebut memenuhi kualifikasi sebagai industri perbankan sebagaimana disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan.

Salah satunya harus menyertakan modal paling tidak Rp 70 miliar.

Pemkot terus membantu memenuhi permodalan ini.

BPR Surya Artha Utama adalah kegiatan perbankan yang bergerak dalam lingkuo bank perkreditan.

Kegiatannya berorientasi pada pengembangan usaha mikro kecil menengah atau UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, dan BUMD.

BPR itu juga nanti akan memiliki gerai ATM sendiri.

"Tentu ini menjadi khabar baik baik pelaku UMKM. Namun bagi pelaku UMKM yang penting adalah bagaimana bisa mudah mendapat pinjaman tanpa agunan. UMKM kita cukup mampu berkembang," harap Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved