Jumat, 1 Mei 2026

Berita Surabaya

FEB UWKS Gandeng Praktisi untuk Gencarkan Entrepreneurship Mahasiswa

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menggandeng praktisi untuk menggencarkan program entrepreneurship

Tayang:
Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/zainal arif
Nur Indra Perbawa (Praktisi Mengajar) dan Adrianto Trimarjono (Dosen Matakuliah Kewirausahaan FEB UWKS) bersama mahasiswa semester 7 dalam pameran Kewirausahaan Exhibition di UWKS, Rabu (9/11/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menggandeng praktisi untuk menggencarkan program entrepreneurship di kalangan mahasiswa.

Program ini merupakan inisiasi dari Kemendikbud yang bertujuan untuk mengkolaborasikan pengajar (dosen) dan praktisi untuk memberikan ilmu dan pengalaman kewirausahaan kepada mahasiswa.

"Semoga melalui program ini, dapat tumbuh semangat kewirausahaan pada mahasiswa untuk memulai usaha atau bisnis yang bisa mereka lakukan saat masih kuliah," ujar Nur Indra Perbawa selaku praktisi entrepreneurship yang mengajar di FEB UWKS saat ditemui SURYA.co.id di acara Kewirausahaan Exhibition yang sedang berlangsung di kampus UWKS, Rabu (9/11/2022).

Menurut Indra, entrepreneurship tidak bisa diajarkan secara teori saja, namun perlu praktek yang dibimbing oleh praktisi sehingga langkah-langkah mahasiswa dalam memulai usaha atau bisnis dapat lebih terarah.

Dalam hal ini, para praktisi juga merancang kurikulum pengajaran mata kuliah entrepreneurship yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

"Dalam program ini, mahasiswa diajari memulai usaha benar-benar dari nol. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih jenis usaha yang mereka inginkan dan kemudian dibimbing oleh praktisi dan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan dalam waktu hanya 2 bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen pengampu matakuliah kewirausahaan, Adrianto Trimarjono menyampaikan, program ini sangat berguna bagi mahasiswa karena mahasiswa memiliki kesempatan berdiskusi dan menyampaikan kesulitan saat merintis usaha langsung kepada praktisi yang sudah memiliki pengalaman dibidangnya.

"Mahasiswa perlu menyelesaikan proyek usaha ini sebagai nilai akhir dari mata kuliah kewirausahaan," ujar Adrianto.

Saat ini, setidaknya ada 6 kelompok wirausaha yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 mahasiswa semester 7 berada dalam bimbingannya.

Dari 6 kelompok tersebut 4 kelompok merintis usaha kuliner (Bonbon Donut, Tummy Tuck Cake, Nasi Bakar S2 dan Sweet Chill) dan 2 kelompok pada jasa mencuci sepatu (Magic Shoes) dan mencuci mobil atau motor (Wash Wash) yang mana mereka memproduksi bahan pencuci atau sabunnya sendiri.

Selama waktu 2 bulan terakhir, dari memulai usaha, para mahasiswa sudah berhasil menjual jasa dan produk mereka lebih dari 15.

Meski begitu, Adrianto mengaku mahasiswa masih mengalami kendala terbatasnya modal serta cara memasarkan produknya.

"Selama ini strategi yang dipakai mahasiswa untuk memasarkan produk dan jasanya dengan ditawarkan secara langsung, melalui iklan, exhibition dan juga online market," tutupnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved