Berita Pasuruan

Sejumlah Usulan Lahir saat Halaqah Nasional di Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Pasuruan

Halaqah Nasional Fiqih Peradaban Fiqih Siyasah dan Negara Bangsa yang digelar Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Kabupaten Pasuruan.

surya.co.id/galih lintartika
Kegiatan Halaqah Nasional Fiqih Peradaban Fiqih Siyasah dan Negara Bangsa yang digelar Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Sejumlah usulan muncul dalam Halaqah Nasional Fiqih Peradaban Fiqih Siyasah dan Negara Bangsa yang digelar Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil.

Acara ini dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya KH DR Masdar F Marsudi MA, Rois Syuriah PBNU. Prof Dr Zainul Hamdi Mag, Wakil Rektor UINSA Surabaya.

Terakhir, Gus Kholily Kholil GML, pengurus LBM PBNU. Dan dihadiri sejumlah pengurus PCNU, dan beberapa perwakilan badan otonom PCNU.

Ketua Yayasan Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil KH Akhmad Wildan Amrullah menyampaikan terima kasih ke PBNU yang menggelar halaqah nasional di tempatnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Tlanakan Pamekasan yang Renggut Nyawa Mantan Ketua Bawaslu Jatim

Baca juga: Tingkatkan Tolerasi, Kegiatan Sosialasi Wawasan Kebangsaan Digelar di Kabupaten Pasuruan

"Terima kasih kepada PBNU, yang sudah memberi kesempatan halaqoh di Pondok kami. Mudah - mudahan ini bisa membawa manfaat," katanya.

Ustadz Ahmad Mustofa Nizam, Ketua Panitia menjelaskan, halaqah Nasional ini adalah agenda besar PBNU. Di Indonesia, ada 250 lebih pesantren yang ditunjuk.

"Allhamdulillah acaranya lancar. Nanti hasil dari halaqoh tadi dikumpulkan dan disaring. Selanjutnya, usulan itu akan disampaikan di pertemuan internasional," urainya.

Salah satunya, kata dia, usulan untuk pajak yang dibarengi niat zakat. Pemerintah dianggap sebagai amil sehingga dianggap sebagai zakat mal.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved