Pabrik Gudang Garam Terbakar
Profil Gudang Garam, Perusahaan Rokok Asal Kediri yang Salah Satu Pabriknya Terbakar
Inilah profil Gudang Garam, pabrik asal Kediri yang terbakar, Selasa (8/11/2022) dini hari.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Inilah profil PT Gudang Garam Tbk, pabrik asal Kediri yang terbakar, Selasa (8/11/2022) dini hari. Lokasi pabrik ini berada di unit 12 Jalan Mataram, Semampir, Kota Kediri.
Lalu apa itu Gudang Garam atau apa saja PT Gudang Garam Tbk produksi? Dilansir dari berbagai sumber, PT Gudang Garam Tbk didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo atau Tjoa Ing-Hwie.
Sebelum mendirikan perusahaan ini, Tjoa Ing-Hwie bekerja dengan pamannya, Tjoa Kok Jiang, selaku pemilik NV Tjap 93 lalu Tjoa Ing-Hwie memutuskan untuk keluar pada tahun 1956.
Surya Wonowidjojo atau Tjoa Ing-Hwie kemudian memilih mendirikan usaha di jalan Semampir II/l, Kediri di atas tanah seluas ±1.000 m2
Di sinipula, Surya memulai industri rumah tangga memproduksi rokok sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie.
Baca juga: FAKTA Pabrik Gudang Garam di Semampir Kediri Terbakar: Asap Tinggi tapi Tak Pengaruhi Aktivitas
Setelah dua tahun berjalan, Ing-Hwie mengganti nama perusahaan dan produknya menjadi Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam (disingkat Gudang Garam), terhitung sejak 26 Juni 1958.
Awal Gudang Garam sendiri dibantu dengan 50 karyawan eks-Cap 93. Konon, nama "Gudang Garam" diraih Ing-Hwie dari mimpi.
Selanjutnya, pabrik di Jalan Semampir Kediri ini disebut Unit I. Oleh karena itu, ketika kabar Pabrik Gudang Garam Kebakaran tersiar menjadi heboh.
Baca juga: BREAKING NEWS Pabrik PT Gudang Garam Kediri Terbakar saat Tengah Malam
Untuk diketahui, Kebakaran terjadi pada Senin (7/11/2022). Kebakaran yang diperkirakan terjadi saat tengah malam tersebut menimbulkan kobaran api yang sangat besar.
Terkait penyebab kebakaran pabrik masih belum diketahui dengan pasti.
Perkembangan mutakhir
Pada 4 Agustus 2017, Japan Tobacco International (Japan Tobacco Inc.), membeli 100 persen saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara, anak perusahaan dari PT Gudang Garam Tbk.
Sekarang, kedua perusahaan ini terpisah dari Gudang Garam. Pasca-akuisisi ini, sempat tersiar rumor beberapa kali bahwa Gudang Garam akan merger atau diakuisisi perusahaan rokok asal Jepang tersebut, namun manajemen selalu membantahnya.
Dalam menghadapi tantangan baru-baru ini, perseroan menambah modal anak usahanya yakni PT Surya Kerta Agung (SKA), dalam mendukung rencana perusahaan untuk ekspansi bisnis jalan tol
Berdasarkan keterangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Gudang Garam bersama dengan PT Suryaduta Investama masing-masing dengan kepemilikan saham 99,9
Profil Gudang Garam
Kantor Pusat Gudang Garam di Kota Kediri
Nama dagang PT Gudang Garam Tbk
Jenis Perseroan terbatas terbuka
Kode emiten IDX: GGRM
Industri Rokok, Tembakau
Kantor pusat Indonesia Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Tokoh kunci: Juni Setiawati Wonowidjojo (Komisaris Utama), Susilo Wonowidjojo (Direktur Utama)
Produk Gudang Garam: Gudang Garam Surya, Gudang Garam Merah, Surya Pro, Surya Pro Mild, GG Shiver, Gudang Garam Signature, Gudang Garam Signature Mild
Pemilik Keluarga Wonowidjojo melalui PT Suryaduta Investama (69,29 persen)[1]
Anak usaha: PT Surya Madistrindo, PT Surya Dhoho Investama, PT Surya Pamenang, PT Surya Air, PT Graha Surya Media, PT Surya Inti Tembakau, PT Surya Abadi Semesta, PT Surya Kerta Agung, Galaxy Prime Ltd, Prime Galaxy Ltd.
Situs web www.gudanggaramtbk.com
Tentang Tan Siok Tjien
Tan Siok Tjien, merupakan istri Surya Wonowidjoyo pendiri PT Gudang Garam Tbk sekaligus orang terkaya ketiga di Indonesia. Namanya juga tercatat di peringkat 4 sebagai pebisnis senior dan berada di urutan 280 di dunia. Tan Siok Tjien meninggal pada tahun 2020.
Tan Siok juga punya andil dalam perkembangan bisnis sang suami Surya Wonowidjoyo, orang terkaya ke 3 di Indonesia tersebut.
Hal ini dapat dilihat, bagaimana perusahaan berkembang dari perusahaan sederhana kini menjadi industri besar dan ternama.
Lalu perushaan rokok ini kemudian berkembang pesat dua tahun kemudian dan berganti menjadi Pabrik Tjap Gudang Garam pada 1958.
Perkembangan pesat itu Gudang Garam terlihat ketika mereka memiliki karyawan mencapai 500.000 orang yang menghasilkan 50 juta batang kretek setiap bulannya.
Surya Wonowidjoyo pernah tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan sebesar 31 persen. Tan Siok juga tercatat sebagai pemegang saham individu pada 1999, sebelum sebagian besar saham perusahaan dipindahkan ke perusahaan induk.
Perkembangan bisnis Gudang Garam terus menggurita.
Gudang Garam yang pada tahun 2001 sudah memiliki enam unit pabrik di atas lahan seluas 100 hektare, memiliki 40.000 buruh dan sekitar 3.000 karyawan tetap.
Cukai rokok yang ia bayarkan juga mencapai lebih dari Rp 100 miliar per tahunnya.
Namun, pada akhir 2019 dilaporkan saham perushaan mereka sempat anjlok.
Bloomberg Billionaires melaporkan pernurunan aset pun turun signifikan.
Harta Tan Siok dan Surya Wonowidjoyo turun US$ 2,27 milliar atau setara Rp 36,4 triliun sejak 2019.
Kini datanganya resesi ekonomi karena wabah pandemi Covid-19 juga menjadi dampak terbesar.
Penurunan saham juga terdampak karena adanya rencana kenaikan cukai rokok pada 2020.
Dikutip dari Wikipedia, sang suami Tan Siok, Surya Wonowidjoyo telah meninggal dunia pada 29 Agustus 1985.
Baca juga: Kebakaran Tempat Penyimpanan Barang PT Gudang Garam Kediri Tak Mempengaruhi Aktivitas Pabrik
Update Pabrik Gudang Garam Terbakar di Sini: Pabrik Gudang Garam Terbakar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kantor-unit-i-pt-gudang-garam-tbk-di-kota-kediri.jpg)