Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, KPU Jatim Libatkan Kalangan Muda untuk Jadi Agen Sosialisasi

KPU Jatim melanjutkan upaya untuk membentuk agen sosialisasi Pemilu 2024 dari kalangan muda atau pemilih pemula.

Foto Istimewa KPU Jatim
Kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang digelar KPU Jatim di kawasan Jember, Kamis (3/11/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur atau KPU Jatim melanjutkan upaya untuk membentuk agen sosialisasi Pemilu 2024 dari kalangan muda atau pemilih pemula.

Selain dapat meningkatkan partisipasi, pemilih pemula juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi kepada lingkungan sekitar.

Setidaknya hal ini ditekankan pada kegiatan sosialisasi di kawasan Jember dengan diikuti puluhan perwakilan dari SMA/SMK, Kamis (3/11/2022).

Upaya sosialisasi di daerah ini dalam beberapa waktu terakhir terus dilakukan.

Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan pentingnya memberikan pemahaman kepada kalangan pemilih pemula.

Baca juga: KPU Jatim Dorong Peran Aktif Perempuan untuk Kesuksesan Pemilu 2024

Baca juga: Tangis Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Pecah Saat Hendak Saksikan Otopsi Dua Anak Kandungnya

"Harapannya membantu KPU menjadi agen-agen sosialisasi untuk menyampaikan informasi Pemilu 2024," kata Gogot dalam keterangannya kepada wartawan.

Dikatakan Gogot, jumlah pemilih pemula yang besar perlu diberikan sosialisasi agar memahami penuh tentang demokrasi.

Sebab selain merupakan calon pemimpin masa depan, mereka pertama kalinya bakal menyalurkan suara.

"Sehingga perlu diberi pemahaman yang baik tentang demokrasi,” ucapnya.

Baca juga: Terekam CCTV, Detik-detik Perempuan Curi Tas Mahasiswi Berisi Laptop di Masjid Polinema Malang

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Dispendukcapil Kota Blitar Percepat Perekaman E-KTP 2.515 Pemilih Pemula

Menurut Gogot, acara sosialisasi dan pendidikan pemilih dapat dinilai berhasil jika pemilih pemula nanti pada gilirannya bisa menggunakan hak pilihnya di TPS.

Sementara itu, Akademisi dari UIN KHAS Jember Muwafik dalam kesempatan itu menjelaskan manfaat pemilu dan pemilihan. Yaitu sebagai sarana kedaulatan rakyat, sarana rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik.

"Sarana pemimpin politik memperoleh legitimasi, dan sarana mengganti pemimpin secara konstitusional,” ungkapnya dalam keterangan yang sama.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved