Berita Surabaya

Peringati HUT ke-9, Warta 17 Agustus Ajak Mahasiswa Untag Surabaya Melek Multimedia Jurnalistik

Warta 17 Agustus mengajak mahasiswa Untag Surabaya dan Civitas Akademika YPTA Surabaya untuk melek multimedia jurnalistik.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
IST
Narasumber dalam seminar Nasional Jurnalistik yang diadakan Warta 17 Agustus, Jumat (4/11/2022). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Eksistensi multimedia jurnalistik saat ini terus meningkat seiring dengan berkembangnya era digital.

Bahkan banyak informasi di media sosial kerap dikira merupakan produk jurnalistik yang terverifikasi.

Melihat fenomena ini, Warta 17 Agustus sebagai media yang bergerak pada bidang pendidikan di Yayasan Perguruan Tujuh Belas Agustus (YPTA) Surabaya mengajak mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dan Civitas Akademika YPTA Surabaya untuk melek multimedia jurnalistik.

Ketua Dewan Pembinaan YPTA Surabaya, Bambang DH mengungkapkan tantangan membangun kualitas pers saat ini yaitu membangun kepercayaan publik, memproduksi informasi berkualitas, serta adanya penurunan ketertarikan publik terhadap berita dibandingkan dengan konten medsos.

"Sehingga diperlukan kedewasaan media dalam memberikan informasi agar bisa memberikan informasi sesuai fakta dan berkualitas," ujarnya memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Jurnalistik yang diadakan Warta 17 Agustus, Jumat (4/11/2022).

Hadir sebagai narasumber seminar, Tri Mulyono, Wakil Pimpinan Redaksi Harian Surya mengungkapkan pengaruh multimedia Jurnalistik di era saat ini memiliki kekuatan dalam verifikasi.

Ia mencontohkan dalam kasus Brigadir Yosua yang disiarkan media lokal dan belum terverifikasi di youtube bisa dengan mudah dihapus.

"Tetapi media mainstream memiliki hubungan kerja sama resmi dengan youtube sehingga tidak dengan mudah diturunkan. Sehingga media mainstream ini memiliki kekuatan verifikasi yang kuat tanpa intervensi pihak berwenang untuk asal menurunkan berita,"lanjutnya.

Multimedia Jurnalistik menurutnya juga memiliki beberapa keunggulan karena tidak hanya terdiri dari teks, foto dan video juga tautan ke semua peristiwa.

Media digital juga mampu menampilkan big data atau data besar, serta media digital memiliki kemampuan terhubung langsung dengan pembaca atau publik.

"Hal ini jelas berbeda dengan media cetak yang baru bisa mendapat tanggapan keesokan harinya," lanjutnya.

Iapun menyoroti Jurnalisme tidak akan mati, justru makin berkembang di platform multimedia.

Media mainstream menurutnya masih paling efektif di tengah banjirnya informasi di dunia digital.

Sementara itu, Rektor Untag, Prof Mulyanto Inugroho mengungkapkan harapannya lewat seminar ini dapat memberikan informasi pada generasi muda untuk melek digital media.

"Apalagi sebentar lagi akan ada momen hari pahlawan, harapannya anak muda akan semakin bisa memanfaatkan informasi dengan bijaksana," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved