Berita Lumajang
Bupati Thoriqul Haq Target Perbaikan Jalan Ambles di Piket Nol Lumajang Selesai 3 Bulan
Amblesnya Jalan Piket Nol membuat warga di Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari Lumajang kini terisolasi.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Berita Lumajang
SURYA.co.id | LUMAJANG - Amblesnya Jalan Piket Nol kilometer 59, di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, tidak hanya memutus akses jalur selatan Lumajang-Malang, tapi juga membuat warga di Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari kini terisolasi.
Oleh karena itu, Sungai Curah Kobokan, di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, diperkirakan akan kembali dijadikan jalur alternatif.
Warga lokal menyebut jalur alternatif itu 'Tol Cikali'.
Akses ini sebenarnya tidak terlalu dianjurkan untuk dilintasi.
Karena sesuai sebutannya, jalur alternatif tersebut melintasi sungai yang dialiri lahar dari Gunung Semeru.
Tol Cikali sebenarnya aman-aman saja untuk dilintasi masyarakat saat kondisi cuaca cerah.
Namun, bahaya mengintai saat lereng atau kawasan puncak Gunung Semeru diguyur hujan deras.
Lava yang mengendap di lereng memungkinkan terbawa hanyut ke sungai.
Oleh karena itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq meinginkan penanganan Jalan Piket Nol perlu dipercepat.
Ia saat meninjau di lokasi langsung melakukan koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali.
"Ini akan ditangani oleh BBPJN, penangananya satu kesatuan dengan pembangunan Jembatan Gladak Perak," katanya.
Penanganan Jalan Piket Nol ditarget selambat-lambatnya selesai Januari 2023.
Meskipun dituntut cepat, namun pengerjaan harus memperhatikan kekokohan, supaya jalan aspal tidak kembali terjadi ambles.
"Nanti ada penanganan khusus karena ini jalan nasional. Harapannya nanti Jembatan Gladak Perak selesai, pemulihan jalan ini juga selesai," pungkasnya.