Berita Nganjuk
DAU 2 Persen Dirupakan Beras 5 KG untuk Warga Terimbas BBM dan Inflasi, Tetapi Hanya Selama 3 Bulan
Pemkab Nganjuk memberikan apresiasi kepada Bumdes yang telah mengikuti proses pemasukan bantuan berupa beras kedalam dalam e-katalog
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dampak kenaikan harga BBM dan inflasi yang mengikutinya, menjadi masalah sosial yang sekarang memberatkan masyarakat. Karena alasan itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nganjuk melakukan sosialisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terbebani kenaikan harga barang kebutuhan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, M Yasin menjelaskan, bansos yang akan direalisasi tersebut telah tertuang dalam Peraturan Kementerian Keuangan yaitu menganggarkan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) selama tiga bulan.
"Semuanya harus memahami dari adanya bansos tersebut, agar bantuan di Kabupaten Nganjuk bisa tepat sasaran dan bisa bermanfaat kepada masyarakat," kata Yasin, Selasa (1/11/2022).
Dikatakan Yasin, pihaknya meminta agar bantuan segera diberikan kepada masyarakat karena Nganjuk termasuk salah satu dari 36 kabupaten/kota yang belum melaporkan realisasi bansos dampak kenaikan harga BBM dan inflasi. "Meski demikian jangan sampai lengah dan salah. Yang terpenting Bansos tepat sasaran dan akurat datanya," ujar Yasin.
Selain itu, Pemkab Nganjuk memberikan apresiasi kepada Bumdes yang telah mengikuti proses pemasukan bantuan berupa beras kedalam dalam e-katalog. "Terimakasih kepada Bumdes sudah menjadi penyedia beras premium yang akan diberikan kepada masyarakat. Semoga beras yang diberikan bermanfaat dan barokah," terangnya.
Sementara Kepala Dinsos PPPA Nganjuk, Nafhan Tohawi menambahkan, penyaluran bansos itu diberikan berupa beras sebanyak 5 KG selama 3 bulan. Yakni Oktober, November dan Desember 2022.
Dijelaskan Nafhan, sasaran penerima bantuan terdiri dari masyarakat miskin yang belum pernah menerima bantuan PKH, BST, BPNT dan bantuan lainnya. Serta masyarakat yang terdampak inflasi akibat kenaikan BBM di Nganjuk. "Penyaluran bantuan itu melalui Dinas Sosial PPPA Nganjuk, kelurahan dan desa, kecamatan, dan penyedia Bumdes," kata Nafhan.
Sedangkan Kabag Logistik Polres Nganjuk, AKBP Ahmad mengatakan, pihaknya sangat mendukung program-program dari pemerintah. Untuk itu, jajaran Polres Nganjuk siap melakukan pengamanan penyaluran bansos program pemerintah sebagai dampak kenaikan harga BBM dan laju inflasi tersebut.
"Kami siap mendukung dan mengamankan program-program dari pemda dalam rangka membantu masyarakat Nganjuk. Penyaluran bansos tidak boleh ada hambatan dan persoalan, serta dijamin sampai ke tangan penerima," tutur Ahmad. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Sisihkan-DAU-Nganjuk-untuk-bansos-dampak-inflasi.jpg)