Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, Partisipasi Pemilih Disabilitas Diharapkan Meningkat

Harapannya, partisipasi pemilih dari kalangan disabilitas meningkat sebab berdasarkan data pada Pemilu 2019 cukup rendah.

Foto Istimewa KPU Jatim
Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Beragam upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu 2024 menjadi atensi Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) termasuk menyasar kalangan disabilitas.

Harapannya, partisipasi pemilih dari kalangan disabilitas meningkat sebab berdasarkan data pada Pemilu 2019 cukup rendah.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengatakan disabilitas memiliki hak yang sama sebagai pemilih. Yakni, hak aksesibilitas, memberikan suara, menjadi peserta dan penyelenggara Pemilu, serta mendapatkan informasi kepemiluan dan demokrasi.

Pada Kamis siang KPU Jatim menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih di Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak 50 orang pemilih dari segmen disabilitas dilibatkan dalam kegiatan bertujuan mengajak untuk berpartisipasi untuk Pemilu 2024.

"Pemilih dari segmen disabilitas memiliki kepentingan dalam Pemilu diantaranya yakni menyampaikan hak pilih, aksesibel, tidak sekedar menjadi objek, tanpa diskriminatif, dan sebagainya," kata Gogot, Kamis (27/10/2022).

Gogot mengungkapkan, partisipasi pemilih dari segmen disabilitas ini pada Pemilu Tahun 2019 di Jawa Timur memang masih rendah.

Rinciannya, partisipasi pemilih untuk Pilpres sebesar 39 persen, pemilihan anggota DPR sebesar 36 persen.

Lalu, pemilihan anggota DPD sebesar 36 persen, anggota DPRD Provinsi sebesar 37 persen.

Mengacu data itu, Gogot menyampaikan KPU Jatim merasa perlu memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih segmen disabilitas.

Menurut Gogot, disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara dan hak untuk memahami tentang berbagai hal yang mempengaruhi kehidupan mereka dengan baik.

KPU Jatim berharap setelah dilakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada segmen disabilitas tersebut dapat mencapai berbagai tujuan.

Pertama, pemilih dari yang tidak tahu menjadi tahu. Lalu kedua, ada perubahan sikap, dari antipati menjadi setuju dengan pemilu.

"Ketiga, ada perubahan perilaku, dari yang tidak mau menggunakan hak pilih menjadi mau menggunakan hak pilihnya," ungkap Gogot.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved