Berita Sampang
Virus Morbili Menyebar di 14 Kecamatan Wilayah Sampang Madura, 1 Anak Meninggal Dunia
Virus morbili atau campak terus mewabah di Kabupaten Sampang, Madura, bahkan dikabarkan satu anak meninggal dunia.
SURYA.CO.ID, SAMPANG - Virus morbili atau campak terus mewabah di Kabupaten Sampang, Madura, bahkan dikabarkan satu anak meninggal dunia.
Hal itu disampaikan oleh Azizah warga Kecamatan Sokobanah, Sampang, bahwa anak yang meninggal masih berusia satu tahun, buah hati dari salah satu warga Kecamatan Sokobanah.
Menurutnya, anak tersebut sudah 15 hari terserang virus morbili sehingga sudah beberapa kali masuk ke fasilitas layanan kesehatan di Sokobanah.
"Tapi anak itu akhirnya meninggal, tepatnya pada (23/10/2022) lalu," ujarnya.
Kabid Pelayanan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Yuliono menyampaikan virus morbili memang bisa menyebabkan kematian jika penderita bertatus parah.
Sehingga keberadaan virus tersebut jangan sampai disepelekan, artinya jika penanganan terlambat akan berakibat fatal.
Sementara hingga saat ini, wabah virus morbili di Kota Bahari, kata Yuliono terus meningkat.
Akan tetapi pihaknya masih belum mengetahui jumlah warga yang terjangkit mengingat proses perkembangan daya.
"Berdasarkan laporan data terus berkembang," tandasnya.
Yuliono menambahkan, saat ini virus morbili menyebar di 14 kecamatan se Kabupaten Sampang dan mayoritas menyerang warga di tiga kecamatan.
"Untuk tiga kecamatan yang paling tinggi terdampak di antaranya Kecamatan Sokobanah, Banyuates dan Ketapang," pungkasnya. (Hanggara Pratama)