Pemilu 2024

KPU Jatim Dorong Peran Aktif Perempuan untuk Kesuksesan Pemilu 2024

Segmentasi pemilih perempuan terus menjadi konsentrasi sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim).

Foto Istimewa KPU Jatim
Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro saat menghadiri pendidikan dan sosialisasi yang digelar di kawasan Magetan, Rabu (26/10/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Segmentasi pemilih perempuan terus menjadi konsentrasi sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim).

Kegiatan pendidikan dan sosialisasi terbaru digelar KPU Jatim di kawasan Magetan, Rabu (26/10/2022).

Kegiatan ini melibatkan 50 perempuan yang terdiri dari beberapa unsur.

Di antaranya, dari unsur Muslimat Nahdlatul Ulama, Fatayat NU, Aisiyah, Nasyiatul Aisiyah, Korps PMII Putri (Kopri) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten setempat.

Dalam penjelasannya, Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro mendorong para perempuan terlibat aktif dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu yang saat ini telah berjalan.

Perempuan memiliki peran untuk kesuksesan pesta demokrasi.

“Karena jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibanding laki-laki,” kata Gogot.

Tingginya jumlah pemilih perempuan memang besar.

Mengacu data KPU Jatim, selain jumlahnya yang besar tingkat partisipasi perempuan dari dua kali pemilu terakhir cukup meningkat.

Pada Pemilu 2019, partisipasi perempuan sebesar 84 persen selisih 4 persen dari laki-laki yang diketahui sebesar 80 persen. Hal ini diharap terus meningkat.

Lebih jauh, menurut Gogot dengan berbagai kelebihan perempuan namun juga ada tantangan.

Misalnya, pemilih perempuan mudah dimobilisasi, atau hambatan kultural mempengaruhi cara pandang terhadap persoalan politik.

Termasuk minimnya jumlah perempuan yang menduduki posisi strategis dalam Pemilu dan Pemilihan.

Sehingga, Gogot menyampaikan sejumlah peluang bagi perempuan untuk ambil bagian dalam berbagai proses kepemiluan.

"Dalam Undang-Undang Pemilu disebutkan bahwa komposisi penyelenggara pemilu harus memperhatikan 30 persen keterwakilan perempuan," jelasnya sembari melanjutkan jika keterwakilan perempuan juga diperhatikan dalam konteks kepengurusan parpol.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved