Berita Lamongan

Jatim Dilanda Musim Banjir Akibat Cuaca Ekstrem, Gubernur Imbau Masyarakat Lakukan Mitigasi Mandiri

warga Jatim juga diminta terus memantau perkembangan cuaca di daerahnya masing-masing dengan selalu update perkembangannya di BMKG.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Kondisi banjir di Lamongan pada 2021. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Mencegah dan mengantisipasi kemungkinan bencana, masih menjadi cara tepat sebelum bencana itu benar-benar datang.

Menyikapi terjadinya bencana banjir di sejumlah daerah belakangan ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun menyerukan agar masyarakat mulai bisa melakukan mitigasi mandiri guna menghadapi potensi ancaman bencana alam di daerahnya masing-masing.

Langkah tanggap bencana seperti ini, menurut Khofifah, perlu dilakukan menyusul bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah di Jatim akibat cuaca ekstrem berupa curah hujan yang cukup tinggi. Dan imbauan itu juga ditujukan pada Lamongan, daerah yang selama ini telah akrab dengan banjir.

Khofifah juga menegaskan, mitigasi mandiri juga harus diikuti kesadaran masyarakat bergotong royong membersihkan saluran air atau drainase yang tersumbat. Juga meminta masyarakat tidak membuang sampah di kali.

"Jadi menyikapi cuaca ekstrem dan hidrometeorologi yang terjadi akhir-akhir ini, masyarakat perlu melakukan mitigasi mandiri," kata Khofifah saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad dan meresmikan Masjid Nurul Hakam di SMKN 1 Lamongan, Selasa (18/10/2022).

Selain membekali diri dengan mitigasi mandiri, lanjutnya, warga Jatim juga diminta terus memantau perkembangan cuaca di daerahnya masing-masing dengan selalu update perkembangannya di BMKG.

"Mari meng-update perkembangan informasi dari BMKG supaya kita selalu waspada terhadap ancaman bencana banjir dan lainnya. Bisa di update dari IG- nya BMKG," ungkapnya.

Saat ini ada tiga kabupaten yang dilanda banjir, yaitu Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar. Selain banjir, bahkan beberapa lokasi di Trenggalek malah dilaporkan terjadi tanah longsor.

Pemprov Jatim juga sudah menerjunkan alat berat dan sejumlah personel untuk membantu menanggulangi dampak banjir yang melanda. "Kami sudah terjunkan alat berat untuk menangani banjir ini, kita berdoa semoga banjir ini surut dan masyarakat bisa berkegiatan seperti semula," ungkapnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved