TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Permintaan Manajemen Arema FC kepada Jokowi dan TGIPF untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Manajer Arema FC Ali Rifki memberikan masukan pada Presiden Jokowi dan TGIPF, sebagai bahan pertimbangan.
Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan yang dikomandoi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, telah menyerahkan keputusan dan rekomendasi kepada Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (14/10/2022) lalu.
Di dalam surat rekomendasi dan keputusan itu, TGIPF meminta agar PSSI bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang.
Wujud tanggung jawab PSSI di antaranya ialah TGIPF meminta agar Ketum PSSI Mochamad Iriawan mundur dari jabatannya beserta dengan Exco PSSI.
Selain itu juga ada beberapa rekomendasi dan keputusan, baik untuk PT LIB selaku operator, kepolisian dan TNI serta suporter.
Terkait rekomendasi dan keputusan yang dibuat TGIPF, Manajer Arema FC Ali Rifki memberikan masukan pada Presiden Jokowi dan TGIPF.
“Yang terhormat bapak Presiden Jokowi dan bapak Mahfud MD dimasukkan juga sebagai bahan pertimbangan TGIPF,” kata Ali Rifki, Minggu (16/10/2022).
Ada tiga poin yang disampaikan Ali Rifki, salah satunya ialah pemerintah diharapkan dapat memberikan pekerjaan untuk korban selamat yang mengalami cacat permanen.
“Mohon dibantu pendidikan anak yatim piatu korban Kanjuruhan. Yang kedua, keberlangsungan hidup baik pendidikan maupun pekerjaan bagi korban yang cacat permanen. Tanda penghargaan atau dinyatakan lulus atau wisudawan bagi korban meninggal dunia sedang menempuh pendidikan,” jelasnya.(myu)