Berita Magetan

Sebulan Sejak Setor KTP dan KK, Ratusan Pekerja Transportasi Magetan Resah Tunggu Bantuan Sembako

hampir semua pekerja transportasi, seperti tukang ojek, sopir angkot/angdes, ojek online dan kusir sudah menyerahkan KTP dan KK

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Pool ojek konvensional di Pasar Sayur Magetan masih sepi. Mereka kalah bersaing dengan ojek online. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Selama lebih dari sebulan terakhir, ratusan pekerja transportasi di Kabupaten Magetan resah karena janji bantuan sembako yang dikoordinir Dinas Perhubungan (Disbub) Pemkab Magetan tak kunjung diwujudkan. Para warga prasejahtera itu waswas paket bantuan sembako dari pemerintah itu tidak cair, meski mereka sudah melengkapi persyaratan.

Para pekerja transportasi yang terdiri dari tukang ojek, tukang becak, sopir angkot/angdes, ojek online dan kusir itu, sudah menyetorkan fotocopy KTP dan KK sebagai pendataan penerima bantuan. Sebagian besar mereka mulai cemas, karena janji pemberian bantuan sembako sering datang namun realisasinya bisa berbulan-bulan kemudian.

"Kami diminta mengumpulkan fotocopy KK dan KTP, katanya untuk diberi sembako. Tetapi sudah satu bulan lebih, bantuan sembako itu belum sampai," keluh Bandi, tukang becak warga Dusun Babadan, Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo, kepada SURYA, Kamis (13/10/2022) lalu.

Menurut Bandi, hampir semua pekerja transportasi, seperti tukang ojek, sopir angkot/angdes, ojek online dan kusir sudah menyerahkan KTP dan KK. "Ada ratusan lebih yang diminta mengumpulkan fotocopy KK dan KTP. Semua ini menunggu janji, kami memang dari kelas prasejahtera, jadi wajar sangat berharap sembako itu," tambah Bandi.

Mengutip pendata identitas yang ditunjuk Dishub Magetan, lanjut Bandi, pihak dishub Magetan hanya mendata, sedangkan bantuan akan datang dari pusat yaitu BLT untuk dampak kenaikan BBM.

"Ada perintah bahwa fotocopy KK dan KTP diserahkan kepada koordinator di Pasar Baru, kemudian diserahkan ke Dishub Magetan. Tetapi sampai sekarang sembako itu belum datang," ujar Bandi.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Magetan, Welly Kristianto, membenarkan program pendataan untuk pembagian sembako terkait kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pertalite dan solar itu.

"Benar, ini baru pendataan. Yang punya program itu Dishub Provinsi Jatim. Tetapi sampai hari ini belum ada kabar kapan bantuan untuk pekerja trasportasi itu turun," kata Willy. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved