Berita Surabaya

Dampingi SMK Dr Soetomo Surabaya, FEB UGM Siapkan Sistem Akuntansi Merdeka Belajar Pusat Unggulan

FEB UGM mendampingi persiapan pelaksanaan program Merdeka Belajar Pusat Unggulan SMK Dr Soetomo Surabaya

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
IST
Kerja sama Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Debit Kredit Untuk Edukasi (SIDEK-Edu) dalam Kurikulum Merdeka Belajar SMK Dr Soetomo, Jum'at (14/10/2022) di Ruang Kertanegara FEB UGM. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mendampingi persiapan pelaksanaan program Merdeka Belajar Pusat Unggulan SMK Dr Soetomo Surabaya (Smekdors) dengan Learning Management System (LMS) khusus Akuntansi yang disebut dengan SIDEK-Edu (Sistem Informasi Debit Kredit – for Education).

Sony warsono, Ketua Tim Aplikasi SIDEK-Edu menjelaskan aplikasi SIDEK-Edu ini merupakan perwujudan upaya melakukan perubahan yang berpijak pada teknologi informasi untuk menjaga asa keberlangsungan ilmu akuntansi.

Secara khusus Sony menjelaskan, SIDEK-Edu berfokus pada upaya peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan dapat memotivasi individu memahami akuntansi dan mengembangkannya secara optimal.

"Untuk mengawali implementasi SIDEK-Edu di SMK Dr Soetomo, kami menindaklanjuti dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan SIDEK-Edu khusus kepada guru-guru SMK Dr Soetomo selama 1 minggu penuh di Yogyakarta dan di Surabaya serta melakukan instalasi SIDEK-Edu khusus untuk SMK Dr Soetomo Surabaya," ujar Sony,

Sebagai aplikasi Learning Management System (LMS), baik guru maupun siswa dapat merasakan nilai manfaat dari penggunaan SIDEK-Edu dalam persiapan SMK menuju program Merdeka Belajar Pusat Unggulan.

Menurut Sony, optimalisasi pembelajaran akuntansi dilakukan melalui penyediaan aplikasi yang mengintegrasikan antara pengetahuan berupa konsep, dan standar akuntansi (tersedia di ruang Teori), dan pengetahuan yang bersifat teknis (tersedia di ruang Praktik).

"Sebagian sekolah lebih mengutamakan pembelajaran akuntansi yang mengedepankan pengetahuan teori dengan mengabaikan pengetahuan teknis, dan sekolah lain justru memilih sebaliknya," ungkap Sony.

Sementara itu,Kepala Smekdors, Juliantono Hadi sangat mengapresiasi kerja sama dengan FEB Universitas Gadjah Mada.

Dengan adanya aplikasi SIDEK-Edu dalam proses melakukan pembelajaran akuntasi sangat mudah dan cepat.

"Dibandingkan jurusan teknik dimana siswa diharuskan menciptakan produk jadi, siswa jurusan akuntasi bisa membuat pembukuan akutansi debit kreditnya dengan lebih mudah," ungkapnya.

Juliantono menjelaskan alur pengoperasian fitur SIDEK-Edu menggambarkan hubungan antara inputan data keuangan, cara pengolahan dan pemrosesannya, serta output secara jelas yang dijadikan dasar untuk membangun logika aplikasi otomatisasi akuntansi.

"Dengan media pembelajaran seperti SIDEK-Edu, pembelajar diharapkan memiliki kemampuan analitis yang lebih tajam dan pada akhirnya dapat mendesain sistem informasi akuntansi digital atau aplikasi akuntansi menurut versinya sendiri. Jadi siswa lebih mudah untuk mengerjakan akuntasi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved