Berita Surabaya

Ribuan Pemilik KTP Surabaya Domisili di Luar Kota, Pemkot Coret dari Penerima Intervensi

Pemkot Surabaya menemukan data warga KTP Surabaya yang ternyata berdomisili di luar kota. Jumlahnya mencapai ribuan.

surya.co.id/bobby kolloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengecek data penerima bantuan sosial di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya menemukan data warga KTP Surabaya yang ternyata berdomisili di luar kota. Jumlahnya mencapai ribuan.

Temuan itu berdasar hasil pencocokan data yang dimiliki Pemkot dengan kondisi di lapangan. "Ada ribuan KTP (warga) Surabaya yang tidak tinggal di Surabaya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Kamis (6/10/2022).

Dalam pencocokan tersebut Pemkot menerjunkan petugas lintas sektoral. Mulai dinas terkait, camat, lurah, serta melibatkan RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) hingga Kader Surabaya Hebat (KSH).

Pencocokan data ini untuk memastikan bantuan intervensi yang diberikan Pemkot tepat sasaran. "Apabila data KTP dengan yang ada di lapangan sama, maka intervensi kita akan tepat sasaran," kata Cak Eri.

Saat ini, Pemkot Surabaya mencatat memiliki data 3.034.850 jiwa tinggal di Kota Surabaya. Namun setelah pencocokan, ternyata hanya 2.599.595 jiwa dengan status ada.

Sisanya, memiliki berbagai status berbeda. Di antaranya, 268.428 jiwa status tidak diketahui, 133.212 jiwa statusnya pindah kota, dan 32.670 jiwa dinyatakan meninggal dunia.

Pun dari yang berstatus ada, masih terbagi dalam empat kondisi. Yakni, domisilinya sama dengan KK (Alamat KK/ KTP dan alamat domisili sama) sebanyak 2.440.654 Jiwa.

Baca juga: Di Kabupaten Kediri, Pemdes Berbondong-bondong Lapor Verifikasi BLT BBM

Kemudian, domisilinya berbeda dengan alamat KK namun masih di Surabaya sebanyak 125.561 jiwa. Selanjutnya, KK Surabaya dengan domisili non-Surabaya (luar kota) ada sebanyak 31.750 jiwa.

Terakhir, domisili Surabaya namun KK-nya non-Surabaya ada sebanyak 1.630 jiwa. "Ini kami lakukan pembaharuan terus," katanya.

Dari hasil pencocokan tersebut, Pemkot melakukan perbaruan data. Termasuk, menyesuaikan dengan bantuan yang akan diberikan.

Apabila warga tersebut dinyatakan tidak ada, bantuan kepada warga yang bersangkutan akan dialihkan ke warga ber-KTP Surabaya yang memang berdomisili di Kota Pahlawan.

"Dari data itu kita update lagi. Sehingga apa? Biar bantuan ini tepat sasaran," katanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini optimistis intervensi yang diberikan pemkot tepat sasaran. Warga yang akan mendapatkan intervensi pemkot telah sesuai syarat.

Selain ber-KTP dan KK Surabaya, juga tinggal di Surabaya. "Tinggal e di luar kota, tapi nek wayahe onok bantuan tok teko. Nah, ini yang akan kita jaga (antisipasi). Harapan saya benar-benar orang yang tinggal di Surabaya," tegasnya.

Pihaknya mengapresiasi dukungan dari RT/RW, LPMK dan Kader Surabaya Hebat.

Baca juga: Dindik Kota Surabaya Imbau Sekolah Tak Lakukan Kegiatan di Kawasan Potensi Rawan Bencana

"Apabila (warga) tidak ada, maka RT/RW, lurah dan camat tanda tangan (dalam surat yang menjelaskan), dia (warga) tidak tinggal di situ," jelasnya.

Nantinya, data tersebut juga akan menjadi acuan untuk intervensi ke depannya.

"Dengan data ini maka harapan saya semua (intervensi) berawal dari data yang diberikan warga Surabaya. Sehingga anggaran APBD Surabaya benar-benar tepat sasaran untuk warga Surabaya," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved