Tragedi Arema vs Persebaya

Rekomendasi TGIPF Tragdi Kanjuruhan Ini yang Akan Diberikan ke Presiden Jokowi, Supaya Tak Terulang

TGIPF sepakat untuk mengungkap akar masalah terjadinya tragedi Kanjuruan usai laga Arema FC vs Persebaya

Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Purwanto
Sejumlah suporter berdoa didepan pintu masuk tribun 13 Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang usai tragedi sepakbola yang menelan ratusan korban, Selasa (4/10/2022). Sejumlah saksi mata mengatakan di sinilah menjadi saksi bisu banyaknya korban para Aremania yang meninggal dunia usai laga Arema FC VS Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022). 

 

SURYA.co.id | MALANG - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan Malang yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, dijadwalkan akan turun ke Malang, Kamis (6/10/2022).

Setelah TGIPF menggelar rapat perdana di Jakarta, Rau (5/10/2022) kemarin, tim langsung bekerja dengan turun ke Malang guna mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai sukber terkait tragedi Kanjuruhan yang menelan 131 orang meninggal dunia.

Dalam rapat di Jakarta, TGIPF sepakat untuk mengungkap akar masalah terjadinya tragedi Kanjuruan usai laga Arema FC vs Persebaya.

"Ini penting, karena peristiwa tentang kerusuhan di pertandingan sepak bola selalu terjadi, dan selalu dibentuk tim tapi tidak pernah berubah," kata Mahfud MD seusai rapat perdana TGIPF dikutip dari Tribunnews.com.

"Sehingga akar masalahnya harus dikemukakan oleh tim ini untuk kemudian direkomendasikan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini," terang Mahfud.

Anggota TGIPF, Akmal Marhali, menerangkan hasil dari pencarian faktatragedi Kanjuruhan nantinya akan direkomendasikan menjadi solusi kedepannya supaya tidak terulang kembali.

Rekomendasi itu, lanjut Akmal Marhali, berupa penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran atas terjadinya tragedi Kanjuruhan.

“Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran pada pertandingan antara Arema FC lawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang," beber Akmal Marhali.

Akmal Marhali, TGIPF juga merekomendasikan sinkronisasi regulasi dalam peraturan FIFA dan perundang-undangan Indonesia.

Hal itu bisa dilakukan lewat sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada seluruh elemen dalam sepak bola.

Untuk hal-hal yang sifatnya teknis, Akmal Marhali mengatakan akan terus bekerja sesuai rencana yang sedang disusun.

Teknisnya akan diatur dalam bentuk koordinasi berkesinambungan yang dilakukan oleh sekretaris TGIPF.

"Insya Allah dalam tiga minggu kedepan, tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan diharapkan bisa lebih cepat dari target itu," harap Akmal.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved