Tragedi Arema vs Persebaya

Rektor Unesa Nurhasan Sebut Evaluasi Manajemen Penyelenggaraan Olahraga Usai Tragedi Kanjuruhan

Nurhasan dan tokoh-tokoh olahraga Jawa Timur (Jatim) dan Indonesia umumnya sangat berduka dan prihatin atas kejadian di Stadion Kanjuruhan

Editor: Fatkhul Alami
Istimewa untuk Surya.co.id
Carity Game dan Doa Bersama atas tragedi Kanjuruhan yang digelar di lapangan sepakbola Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Rabu (5/10/2022). Rektor Unesa Nurhasan ikut ambil bagian di laga ajang ini. 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Dr Nuhasan berharap tragedi Stadion Kanjuruhan pascalaga Arema FC vs Persebaya yang merenggut 131 nyawa Aremania tidak boleh terjadi lagi kedepan. Manajemen penyelenggaraan olahraga harus dievalusi dan diperbaiki.

Nurhasan mengaku, dirinya dan tokoh-tokoh olahraga Jawa Timur (Jatim) dan Indonesia umumnya sangat berduka dan prihatin atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang yang jadi tragedi Arema FC vs Persebaya yang menelan korban ratusan orang.

"Ini (tragedi Kanjuruhan) harus jadi yang terakhir, kedepan tidak boleh terjadi lagi," sebut Nurhasan saat ditemui di Carity Game dan Doa Bersama atas tragedi Kanjuruhan yang digelar di lapangan sepakbola Unesa Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Rabu (5/10/2022).

Nurhasan menuturkan, tragedi Kanjuruhan pascalaga Arema FC vs Persebaya yang merenggut ratusan korban itu merupakan musibah yang sangat memilukan. Sebuah tragedi yang sebelumnya tidak terpikirkan.

"kata kuncinya jangan cari kambing hitam, ini trahedi yang didak diperkirakan sebelumnya karena ini musibah," tutur Nurhasan.

Sebagai tokoh, pakar dan akademisi olahraga, Nurhasan akan mengambil langkah mencari solusi supaya tragedi Kanjuruhan tidak terjadi lagi. Langlah yang akan dilakukan menggelar workshoop atau sarasehan dengan tujuan mencari solusi kejadian di Stadion MKanjuruan tak terulang.

Menurut Nurhasan, sudah saatnya dilakukan evaluasi manajemen penyelenggaraan olahraga, terutama sepakbola. Semua stakholder harus ikut ambil bagian, termasuk klub, panitia penyelenggara (panpel) dan lainnya.

Nurhasan berharap, dari workshoop menghsailkan temuan-temuan, formula-formula yang baik kedepan untuk memberikan solusi pada pemerintah dan stakholder yang lain dalam rangkai kegiatan sepakbola.

"Sarahesn nanti smeua stakholder dilibatkan yang setelah dipetakan termasuk suporter, teman media, pegiat sepakbola kita ajak disusi bersama untuk mencari solusi terbaik karena eranya sudah beda. Sepakbola menjadi adaptif, bisa menyesuikan ketika penyelenggaraan di sini seperti ini, tipikal suporter masing-masing klub beda.

Nurhasan menjelaskan, Indonesia bisa belajar dari kejadian Peru, Inggris dan kejadian negara lain. Tujuannya supaya tragedi Arema FC vs Persebaya tak boleh terjadi lagi.

"Dari pengalaman-pengalaman itu (kejadian negara lain) nanti kita formulakan yang bisa dilaksanakan bersama-bersama, carikan solusi terbaik agar tidak terjadi tragedi seperti di Kanjuruhan,' cetus Nurhasan.

Dalam Carity Game dan Doa Bersama atas tragedi Kanjuruhan yang digelar di lapangan sepakbola Unesa Kampus Lidah Wetan, Surabaya, tim sepakbola Unesa mengadapi SSC Rawon dan Iron Man.

Selain melnggelar pertandingan sepakbola, dilakukan juga doa serta penggalangan donasi untuk korban dan keluarga tragedi Kanjuruhan.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved