Tragedi Arema vs Persebaya

Kesedihan Bonita Persebaya Atas Tragedi Kanjuruhan yang Renggut Nyawa Ratusan Aremania

Simpati dan doa terus diberikan Bonek dan Bonita, suporter Persebaya Surabaya ats tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang renggut 131 jiwa manusia

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
Dokumentasi Lailatul Rahma
Lailatul Rahma, Bonita asal Sampang Madura ini ikut berduka dan menyampikan bela sungkawa serta berdoa kepada korban tragedi Kanjuruhan Malang. 

 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Simpati dan doa terus diberikan Bonek dan Bonita, suporter Persebaya Surabaya ats tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang renggut 131 jiwa manusia meninggal dunia dan ratusan lainnya luka

Lailatul Rahma, mislahnya. Bonita asal Sampang Madura ini ikut berduka dan menyampikan bela sungkawa serta berdoa kepada korban tragedi Kanjuruhan Malang.

Ketika ditanya soal kerusuhan laga Arema FC menghadapi Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022), Ila -panggilan Lailatul Rahma- hanya bisa mengungkapkan kesedihannya.

Bagaimana tidak, suporter yang pamit kepada keluarganya demi melihat sebuah pertunjukan sepakbola, kini pulang tanpa membawa nyawa.

"Semoga tidak terjadi lagi peristiwa seperti itu. Cukup pertama dan terakhir di sepakbola Indonesia," tuturnya.

Ia berpesan kepada para Bonek dan Bonita supaya tetap menjaga persaudaraan dan kesolidan antarsesama suporter. Menurutnya, Bonek dan Bonita kian dewasa serta berkembang ke arah yang lebih baik.

"Saya minta pemain Persebaya tetap ngeyel, ngotot, totalitas, dan penuh kerja keras di lapangan. Jangan sampai hal hal tersebut dihilangkan dari tim, karena sudah menjadi ciri khas," pungkas Ila.

Lailatul Rahma begitu terpesona dengan gaya ngeyel dan ngotot para pemain Persebaya saat bertanding di lapangan.

Ila -sapaan akrabnya- mengaku mulai cinta dan mendukung Persebaya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia menceritakan, pada saat itu berangkat bersama teman-temannya ke stadion.

"Saya senang melihat pemain Persebaya bermain dengan penuh totalitas saat berlaga di kandang, demi meraih tiga poin," kata Ila.

Ila menceritakan, dari gaya khas tersebut menjadi pembeda dengan tim yang lain. Maka tak heran kalau Bajul Ijo terus menunjukkan progress yang positif.

"Kalau ada pemain yang tidak ngotot, itu pasti akan berpengaruh sama tim. Sehingga tidak bisa meraih 3 poin," ucapnya.

"Jadi motivasi, psikologi, dan kerja keras yang terus ditingkatkan menjadi kunci penting mengalahkan lawan," imbuhnya.

Video Rekomendasi :

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved