Tragedi Arema vs Persebaya Surabaya
ARMY Indonesia Kumpulkan Donasi untuk Korban Tragedi Arema vs Persebaya, Kini Capai Rp 447 Juta
Penggemar BTS atau yang biasa dipanggil ARMY, pun ikut melakukan penggalangan dana untuk korban Tragedi Arema vs Persebaya.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Tragedi Arema vs Persebaya tak hanya mengetuk hati para pencinta sepak bola saja.
Penggemar BTS atau yang biasa dipanggil ARMY, pun ikut melakukan penggalangan dana untuk korban Tragedi Arema vs Persebaya.
Melansir Kompas.com, program yang diinisiasi oleh BTS ARMY Project Lombok ini mulai melakukan penggalangan dana, Senin (3/10/2022) melalui situs kitabisa.com.
Tak sampai 24 jam, ARMY sudah mengumpulkan dana yang mencapai angka Rp 447 juta.
Baca juga: UPDATE Korban Tragedi Arema vs Persebaya: 30 Aremania Masih di RSSA, Ada Pembaruan 6 Data Suporter
Dalam informasi di penggalangan dana "ARMY INDONESIA UNTUK KORBAN KANJURUHAN" tersebut dijelaskan bahwa ARMY juga turut beduka atas kepergian ratusan orang di tragedi tersebut.
"Korban meninggal dunia di pertandingan Arema versus Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 tersebut tak sekadar angka, di dalamnya ada keluarga yang kehilangan pasangan dan buah hatinya," demikian isi keterangan campaign.
Penggalangan dana itu dibuat sebagai bentuk empati dan solidaritas antar keluarga satu Tanah Air, satu Bangsa Indonesia.
"Kami ingin mengajak seluruh ARMY di Indonesia dan juga seluruh masyarakat untuk membantu dan mengirim do'a sebanyak-banyaknya bagi para korban," sambung keterangan tersebut.
Bantuan dari ARMY akan disalurkan untuk santunan bagi keluarga korban, sebagai modal usaha bagi keluarga yang kehilangan sosok tulang punggung keluarga dan santunan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkannya.
Nantinya dana hasil donasi akan disalurkan langsung oleh tim ARMY Malang.
"Terima kasih untuk para base ARMY di Kota manapun yang sudah ikut membantu sebagai media partner dan seluruh ARMY yang sudah berdonasi," pungkas keterangan campaign ARMY untuk Kanjuruhan.
Selain penggalangan dana, ARMY Indonesia juga membuka bantuan atau layanan hukum dan pendampingan psikologis untuk para korban Kanjuruhan.
Baca juga: Doa Bonek untuk Korban Tragedi Arema vs Persebaya: Stay Strong Dulur Malang
Korban Tragedi Arema vs Persebaya
Data yang dirilis oleh Posko Postmerterm Crisis Center, merupakan hasil pengumpulan dari tujuh rumah sakit yang dituju untuk menangani para korban Tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya, di antaranya:
- Biddokkes Polda Jatim
- RSSA Saiful Anwar
- Dinkes Kabupaten Malang
- Polres Malang
- Crisis Center Kota Malang
- LPBI NU Kab Malang
- Relawan Milenial Utas
Daftar nama korban Tragedi Arema FC vs Persebaya bisa dilihat secara lengkap di sini
Dalam data tersebut, juga diberikan kabar terbaru mengenai klarifikasi mengenai korban yang sempat dinyatakan meninggal dunia. Berikut rinciannya.
- Korban a.n HALKIN AL MIZAN asal Kecamatan Sumberpucung, Kab Malang sebelumnya
terdata MD namun setelah dilakukan verifikasi, korban dinyatakan dalam perawatan medis. - Korban a.n. DEVITO ANDREAS, 17, Kecamatan Kepanjen asal RS WAVA HUSADA sebelumnya
terdata MD namun setelah diverifikasi korban dalam perawatan medis - Korban a.n. ARISKA FISTA LEONA, 17, Pujon asal RS WAVA HUSADA sebelumnya terdata MD
namun setelah diverifikasi korban dalam perawatan medis - Korban a.n. RULI JAMES DEWARJO, 29, Dampit asal RS WAVA HUSADA sebelumnya terdata
MD namun setelah diverifikasi korban dalam perawatan medis - Korban a.n. M. NAILUR AUTHOR ALIAS MUHAMMAD NAILUR TERDAPAT double data dan
sudah direvisi - Tambahan data dari relawan a.n. MUHAMMAD HAIKAL MAULANA ASAL Tulungagung status
langsung dibawa pulang keluarga dari TEJA HUSADA
Sekadar info, data berikut bisa sewaktu-waktu berubah. Bagi Anda yang sedang mencari info mengenai keluarga, kerabat, maupun rekan yang menjadi korban tragedi Arema FC vs Persebaya, bisa menghubungi call center Posko Crisis Center Kabupaten Malang 0858-6161-6109.
Korban Tewas Tragedi Arema vs Persebaya Sebanyak 131 Orang
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo membenarkan saat ini jumlah korban tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan berjumlah 131 orang.
Jumlah tersebut didapat atas hasil verifikasi yang dilakukan Dinkes Kabupaten Malang.
"Benar. Berdasarkan verifikasi kami saat ini berjumlah 131 orang korban tewas. Jumlah tersebut kami pastikan juga mengacu jenazah yang sudah dibawa pulang oleh keluarga," ujar Wiyanto ketika dikonfirmasi.
Wiyanto menambahkan, pihaknya terus melakukan sinkronisasi data dengan seluruh rumah sakit di Malang Raya yang menangani jenazah Tragedi Stadion Kanjuruhan.
"Jenazah termuda adalah atas nama Virdi Prayoga berusia 3 tahun asal Blimbing Kota Malang. Seluruh jenazah dalam data tersebut sudah teridentifikasi.
Di sisi lain, Wiyanto menjelaskan dugaan penyebab utama korban tewas di Stadion Kanjuruhan karena kehabisan oksigen.
Peristiwa berdesakan keluar tribun Stadion ditambah adanya gas air mata turut membuat korban kesulitan mendapatkan oksigen.
"Diduga karena kehabisan oksigen susah bernafas. Namun terkait segala hal tentang penyebab kematian korban kami sepenuhnya serahkan kepada Kepolisian untuk melakukan penyelidikan," tutupnya.
30 Aremania Masih Dirawat di RSSA
Sebanyak 30 Aremania yang menjadi korban Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC VS Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Plt Direktur RSSA, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, mereka dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit.
"Kenapa dirawat inapkan, karena untuk memberikan pengobatan dan juga observasi. Khawatirnya, ada kondisi perburukan dan lain sebagainya, dan itu perlu ditangani lebih jauh," ujarnya, Selasa (4/10/2022).
Dirinya menjelaskan, pasien yang sedang menjalani rawat inap tersebut dalam kondisi sedang hingga berat.
Seperti mengalami kesadaran yang menurun, patah tulang, dan sesak nafas.
Dengan perincian, untuk pasien dengan kondisi berat berada di ruang ICU sebanyak 7 orang.
Sedangkan, untuk pasien dengan kondisi ringan maupun sedang sejumlah 23 orang.
"Untuk kondisi yang berat, di ICU sampai pasang alat bantu nafas," tambahnya.
Dirinya menerangkan, total ada 56 Aremania dari korban Tragedi Stadion Kanjuruhan dirawat di RSSA. Namun, sebanyak 26 pasien sudah pulang.
"Totalnya yang sudah dihandle oleh IGD sebanyak 56 orang. Sebanyak 26 pasien bisa KRS (Keluar Rumah Sakit), sedangkan sisanya yaitu 30 pasien masih menjalani rawat inap," bebernya.
Dirinya juga menambahkan, untuk 21 jenazah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, telah diidentifikasi dan diketahui penyebab kematiannya.
Namun, dia belum bisa memastikan penyebab korban meninggal dan dirawat apakah karena efek gas air mata. Menurutnya, hal itu perlu analisa lebih lanjut.
"Sebanyak 21 yang meninggal itu (dibawa ke RSSA) karena benturan kepala, dada sesak dan beberapa patah tulang. Di semua bagian bisa terjadi, karena desak-desakan," pungkasnya.
Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id