Tragedi Arema vs Persebaya

Aremania Madiun Tuntut Kapolri Usut Tuntas Kasus Tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

Aremania Madiun menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

tribun jatim/sofyan arif
Suporter Bola Madiun Raya Doa Bersama untuk Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, di Stadion Wilis Kota Madiun, Selasa (4/10/2022). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Aremania Madiun menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang yang menyebabkan 131 orang meninggal dunia, Sabtu (1/10/2022).

Hal tersebut diungkapkan perwakilan Aremania Madiun, Septian Adi Cahyono, usai doa bersama untuk korban tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Wilis, Jalan Mastrip, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (4/10/2022).

"Mungkin ada unsur ketidaksengajaan atau hal yang lain tapi saya percaya pemerintah dan polisi, TNI masih memegang teguh sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Septian, Selasa (4/10/2022).

Menurut Septian, insan sepakbola tanah air hanya meminta keadilan dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

"Bagi yang salah ya diproses secara hukum yang berlaku," lanjutnya.

Lebih dari itu, Septian berharap kerusuhan di Stadion Kanjuruhan merupakan yang terakhir kalinya dan tidak akan terulang lagi di kemudian hari insiden di dunia persepakbolaan Indonesia hingga memakan korban jiwa.

"Saya harap ini titik balik perdamaian suporter di Indonesia. Karena tidak ada nyawa yang sebanding dengan sepak bola," jelas Septian.

"Tidak ada rivalitas lagi setelah 90 menit berakhir, biarkan para pemain dan pelatih yang berjuang di tengah lapangan kita cukup menikmati apapun hasilnya," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved