Berita Tuban

9 Pesilat Mabuk Keroyok Dua Remaja di Tuban hingga Babak Belur, Polisi Masih Buru Pelaku Lainnya

Dua remaja di Kecamatan Rengel, Tuban, dikeroyok puluhan orang tak dikenal. 9 di antaranya diduga dari kelompok perguruan silat.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya didampingi Kasat Reskrim, AKP M Gananta dalam ungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di wilayah Kecamatan Rengel, Rabu (5/10/2022). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Kasus pengeroyokan anak di bawah umur terjadi di wilayah Kecamatan Rengel, Tuban.

Korban dua orang remaja, yaitu A (16) dan C (17) warga setempat, dikeroyok puluhan orang pada Sabtu (24/9/2022), pukul 01.00 WIB.

Dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Tuban, 9 orang yang diduga dari kelompok perguruan silat itu telah diamankan sebagai pelaku pengeroyokan.

"Dari 9 orang pelaku, rinciannya 5 dewasa dan 4 di bawah umur," kata Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya saat ungkap kasus, Rabu (5/10/2022).

Perwira menengah itu menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, motif para pelaku saat itu terpengaruh minuman alkohol alias mabuk.

Lalu mereka menghentikan sepeda motor yang ditumpangi dua korban yang saat itu akan mencari makan.

Kemudian, saat digeledah dan dibuka jok sepeda motor ada seragam silat, sehingga dua remaja tersebut langsung dihajar bersama-sama.

Korban mengalami luka terbuka di betis sebelah kanan, punggung tangan kanan, pergelangan tangan kanan, pangkal lengan kanan dan memar di wajah.

"Mereka tidak saling kenal, terpengaruh alkohol kemudian para pelaku ini mengeroyok," terang AKBP Rahman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta menyatakan, para pelaku 9 orang berasal dari Kecamatan Plumpang dan Rengel.

Kini mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang dilakukan. 

Sementara itu, polisi juga masih memburu terduga puluhan pelaku lain yang belum tertangkap.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu pakaian korban, 9 handphone dan sebuah golok.

"Para pelaku dijerat UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman pidana lima tahun penjara," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved