Tragedi Arema vs Persebaya

Setelah Nyatakan Pakai Gas Air Mata Sesuai Prosedur dan Didesak Mundur Kini Kapolda Jatim Minta Maaf

Salah satu sasaran kekecewaan Aremania adalah Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta pasca Tragedi Arema vs Persebaya yang menewaskan ratusan orang.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id | SURABAYA - Salah satu sasaran kekecewaan Aremania adalah Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta pasca Tragedi Arema vs Persebaya yang menewaskan ratusan orang.

Peristiwa itu setelah Arema FC takluk 2-3 lawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Tak lama kemudian ada suporter yang masuk ke lapangan hingga terjadi kericuhan dan penembakan gas air mata ke sejumlah tribun.

Diduga, karena tembakan gas air mata ini membuat para suporter berdesak-desakan keluar dari stadion hingga akhirnya kekurangan oksigen.

Sebelumnya, terkait penembakan gas air mata tersebut, Kapolda Jatim menyatakan sudah sesuai prosedur karena suporter mengarah ke anarkis dan menyerang petugas.

Sehari kemudian, Aremania pun menyuarakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang dan Kapolda Jatim.

Kapolri sudah mencopot Kapolres Malang dan sejumlah komandan kepolisian pada Senin (3/10/2022).

Kini, setelah situasi tragedi itu agak mereda, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta didampingi Wagub Jatim dan Ketua PWNU Jatim menggelar jumpa pers dan minta maaf kepada masyarakat.

Menurut pengakuannya, permintaan maaf tersebut karena adanya kekurangan dalam aspek pelaksanaan pengamanan massa di dalam stadion saat kerusuhan terjadi.

Oleh karena itu, Nico berjanji akan mengevaluasi segala aspek yang berkaitan dengan penyelidikan dan penyidikan atas insiden tersebut.

Ia juga berharap, di masa mendatang, dunia sepak bola Tanah Air semakin berbenah dalam memberikan rasa aman, nyaman dan tentunya pendapatan sektor ekonomi masyarakat.

"Saya sebagai Kapolda prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam proses pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan," beber Irjen Nico saat menjenguk korban luka di RSUD dr Syaiful Anwar (RSSA) Malang, bersama Forkopimda Jatim, Selasa (4/10/2022).

"Ke depannya akan kami evaluasi bersama pihak terkait. Harapannya ke depan adalah pertandingan sepakbola yang aman nyaman dan menggerakkan ekonomi," ujarnya.

Beri bantuan korban

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved