Tragedi Arema vs Persebaya

Jawaban PSSI Soal Jadwal Arema FC vs Persebaya pada Malam Hari yang Berujung Tragedi Kanjuruhan

SSI memberikan jawaban atas sorotan jadal Arema FC vs Persebaya Surabaya malam hari yang berujung tragedi Kanjuruhan

Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Purwanto
Aremania, suporter Arema FC dibopong rekannya dalam tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam. PSSI beri jawaban soal jadwal tanding malam hari yang berujung tragedi kemanusiaan dengan ratusan jiwa meninggal 

 


SURYA.co.id | SURABAYA - PSSI memberikan jawaban atas sorotan jadal Arema FC vs Persebaya Surabaya malam hari yang berujung tragedi Kanjuruhan dengan menelan korban jiwa 130, suporter Aremania, Sabtu (1/10/2022).

Duel Arema FC vs Persebaya pada Liga 1 2022-2023 pekan ke-11 berlangsung mulai pukul 20.00 WIB di Stadion Kanjuruhan. Laga berkesudahan 2-3 untuk kemenangan tim tamu, Persebaya Surabaya.

Pertandingan selama 90 menit antara Arema FC vs Persebaya berjalan normal dan aman. Tapi, setelah laga derbi Jawa Timur (Jatim) itu, penonton yang kecewa masuk ke lapangan Stadion Kanjuruan dan pihak keamanan berusaha menghalau suporter yang akhirnya ada tembakan gas air mata hingga mengenanai penonton yang berada di tribun. Massa Aremania pun lari menghindari gas air mata dan berdesak-desakan di dipintu keluar stadion. Ratusan korban pun berjatuhan dan meninggal akibat terinjak-injak dan sesak nafas.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan, sebenarnya sudah ada kesepakatan antara panitia pelaksana (panpel) Arema FC dan kepolisian. Namun, usa laga Arema FC vs Persebaya berujung tragedi Kanjuruan dengan korban ratusan jiwa meninggal. 

Mantan Ketua AsprovKalimantan Timur (Kaltim) itu mengaku, sebenarnya ada permintaan dari pihak kepolisian terkait perubahan jadwal kick-off untuk laga Arema FC vs Persebaya.

Namun permintaan kick-off ke sore hari itu tak disetujui oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2022-2023.

Dalam surat balasan PT LIB menjelaskan bahwa telah didiskusikan dengan berbagai pihak sehingga pertandingan tetap sesuai dengan jadwal dan tak ada perubahan.

“Terkait jam pertandingan ada permintaan dari pihak polisi yang dikomunikasikan ke pihak Panpel yang akhirnya terjadi kesepahaman dilaksanakan malam hari,” ujar Yunus Nusi.

“Benar pihak kepolisian juga sampaikan itu, tetapi disksui dengan pihak panpel dan pihak keamanan maka terjadi kesepahaman dilaksakanan malam hari,” ucap Yunus Nusi.

Dengan adanya diskusi itu pun sehingga diputuskan akhirnya pertandingan tetap berlangsung malam hari.

Selama persiapan itu, pihak keamanan juga memberikan beberapa syarat terkait tidak boleh adanya supporter tim Persebaya, Bonek.

Sehingga diyakini bakal tetap aman dan tak akan ada kerusuhan.

Namun, ternyata kompetisi itu berakhir dengan petaka sehingga ratusan nyawa harus melayang.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved