Tragedi Arema vs Persebaya

Cerita Remaja Asal Pasuruan saat Tragedi Arema Vs Persebaya, 'Berangkat Berdua, Pulang Sendirian'

Hendrik Gunawan adalah satu dari delapan remaja asal Kabupaten Pasuruan yang meregang nyawa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Sabtu malam.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
galih lintartika/surya.co.id
Andreas, remaja Pasuruan, saksi hidup dan selamat dari tragedi Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. 

Berita Pasuruan

SURYA.co.id | PASURUAN - Mata Andreas masih berkaca-kaca.

Ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Remaja asal Desa Pucangsari ini baru saja kehilangan teman sejawatnya, Hendrik Gunawan.

Hendrik Gunawan adalah satu dari delapan remaja asal Kabupaten Pasuruan yang meregang nyawa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Sabtu malam.

Dia berangkat bersama Andreas, Sabtu siang dari rumahnya.

Andreas mengaku tidak menyangka perjalanannya ke Malang ini adalah perjalanan terakhir bersama sahabatnya, Hendrik Gunawan.

Ia tidak menyangka, temannya nonton Arema ini akan memegang nyawa.

Ia mengaku berangkat siang dari Pasuruan menggunakan sepeda motor Hendrik.

Sampai Stadion Kanjuruhan itu sekitar pukul 16.30 wib.

Ia dan Hendrik tidak bergegas langsung masuk Stadion.

Selepas magrib, ia baru masuk ke Stadion dan langsung memasang spanduk di pagar penonton.

"Saya dan Hendrik duduk di Tribun 11. Sepanjang pertandingan itu memang sudah beberapa keributan kecil di tribun 12 dan 13. Setelahnya ya tidak ada tanda - tanda , kalau di akhir pertandingan akan kejadian seperti ini," katanya, Senin (3/10/2022) siang.

Disampaikannya, selepas pluit panjang dibunyikan, Arema kalah 2 - 3 dari Persebaya, ia langsung melepas spanduk yang dipasangnya di pagar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved