Berita Tulungagung

Air dari Gunung yang Gundul Memutus Akses Jalan Kecamatan Campurdarat-Besuki Tulungagung

alur penghubung Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat,  menuju Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, sempat tertutup karena banjir bandang.

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Warga berjalan kaki melintasi banjir di Jalan Raya Ngentrong ke arah Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Senin (3/10/2022). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Jalur penghubung Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat,  menuju Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, sempat tertutup karena banjir bandang.

Banjir ini disebabkan kirim air dari wilayah pegunungan selatan yang gundul. Akibatnya air hujan di pegunungan meluncur ke bawah, sebab tak ada pepohonan yang menahannya.

Lokasi banjir paling parah terjadi di depan SPBU Ngentrong, dengan ketinggian air hampir mencapai satu meter. Kendaraan tidak ada yang berani melintas di lokasi karena rawan mogok.

Ke arah selatan, masuk Desa Besole di Kecamatan Besuki, kondisi semakin parah karena jalanan tertutup lumpur merah.

Baca juga: Hujan Deras Melanda, Dindikpora Tulungagung Meliburkan 6 SD dan 2 SMP

Kondisi SDN 2 Ngentrong di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, salah satu sekolah yang diliburkan karena banjir, Senin (3/10/2022).
Kondisi SDN 2 Ngentrong di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, salah satu sekolah yang diliburkan karena banjir, Senin (3/10/2022). (SURYA.CO.ID/David Yohanes)

Lumpur tanah merah ini tebalnya lebih dari 10 cm sehingga membahayakan kendaraan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Menurut salah satu warga Desa Ngentrong, Marsup (52), hujan deras terjadi sejak Minggu (2/10/2022) sore.

Banjir terjadi bergelombang mulai pukul 20.00 WIB, disusul pukul 22.00 WIB, lalu pukul 24.00 WIB dan paling tinggi pukul 01.00 WIB pada Senin (3/10/2022) dini hari. 

"Air masuk rumah saya, tingginya lebih dari 50 centimeter. Banyak perabot yang rusak," ucap Marsup, Senin (3/10/2022) .

Marsup yang membuka jasa bengkel kendaraan harus mengevakuasi alatnya. Mulai dari berbagai kunci maupun onderdil mobil, agar aman dari rendaman air banjir.

Sebuah  blok mesin mobil juga ikut terendam air. 

"Ini banjir paling parah sepanjang tahun ini," ucap Marsup.

Warga harus memasang kursi dan berbagai menghalang di tengah jalan, agar tidak ada kendaraan yang melintas.

Ada pula warga yang menggunakan mesin penyedot air untuk mengeluarkan air dari dalam rumah. 

Camat Campurdarat, Heru Juniarto mengatakan, Ngentrong adalah desa paling parah terdampak  banjir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved