Tragedi Arema vs Persebaya

Terjebak di antara Suporter, Brigadir Andik jadi Korban Tragedi Arema vs Persebaya

Brigadir Andik Purwanto, anggota Polsek Sumbergempol Polres Tulungagung menjadi korban kerusuhan tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

dok.ist
Brigadir Andik Purwanto, anggota Polsek Sumbergempol yang jadi korban tragedi kerusuhan suporter dengan aparat dalam laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang 

SURYA.CO.ID|TULUNGAGUNG - Brigadir Andik Purwanto, anggota Polsek Sumbergempol Polres Tulungagung turut menjadi korban kerusuhan tragedi Arema vs Persebaya  di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang

Andik adalah anggota Polres Tulungagung yang BKO atau diperbantukan untuk bertugas dalam pengamanan laga Derbi Jatim, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/1/2022) malam.

Baca juga: Update Terbaru Korban Tewas Tragedi Arema vs Persebaya Bertambah Menjadi 129 Orang

Kesehariannya Andik bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol.

Sebelum jadi polisi, Andik adalah alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Dia juga aktif di Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dan di PSNU Pagar Nusa.

"Dia kami sebut alumni Banser dan Alumni Pagar Nusa. Karena sejak jadi polisi dia harus netral, tidak bisa aktif lagi," ujar mantan Satkorcab Banser Tulungagung dan kawan akrabnya, Yoyok Mubarok, Minggu (2/10/2022).

Yoyok yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Bendiljati Wetan mengakui Andik sebagai sosok yang baik.

Kawan-kawan akrabnya menjulukinya sebagai Andik Bahadur karena sosoknya dianggap mirip orang India.

Baca juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang: Negara Harus Bertanggung Jawab Atas Jatuhnya Korban Jiwa

Sosoknya murah senyum dan mudah akrab dengan siapa saja.

"Dia supel sekali. Susah cari pengganti seperti dia," tutur Yoyok.

Lanjut Yoyok, Andik juga dikenal sebagai polisi yang tidak neko-neko.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sampaikan Duka Tragedi Kanjuruhan dan Siap Bantu Tenaga Kesehatan

Sebelumnya dia pernah menjadi penyidik, namun pilih berhenti dengan alasan tidak mau berhadapan dengan warga meski pelaku kejahatan.

Bahkan menurut Yoyok, Andik tidak mempedulikan karir dan memilih jadi Bhabinkamtibmas.

"Dia memelihara ikan bersama kelompok desa kami. Orangnya sangat baik," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved