Selasa, 14 April 2026

Berita Lamongan

Korban Tabrakan Kapal Nelayan di Gresik Ditemukan Meninggal, Satu Warga Lamongan Selamat

Pencarian itu dilakukan dengan menyisir Perairan Mangare di Gresik hingga Arosbaya yang masuk wilayah Bangkalan, Madura.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Jenazah Eko Wahyudi korban kecelakaan laut dibawa di kediamannya di Dusun Jetak, Desa/Paciran Lamongan, Minggu (2/10/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pencarian terhadap korban tenggelam akibat tabrakan kapal nelayan di perairan Gresik, Kamis (29/9/2022) lalu, akhirnya ditemukan. Dari dua nelayan asal Lamongan yang ditemukan itu, salah satunya meninggal sedangkan rekannya masih selamat.

Korban meninggal adalah Eko Wahyudi (35) yang ditemukan Sabtu pagi (1/10/2022) kemarin. Sementara seorang korban lainnya, Ibadurrohman (41), yang satu perahu dengan Eko, bisa diselamatkan.

Insiden yang dialami dua nelayan asal Dusun Jetak, Kecamatan Paciran itu terjadi saat sedang menarik jaring ikan di sekitar Pulau Karang Jamuang, Kabupaten Gresik, Kamis (29/9/2022) lalu Perahu yang ditumpangi Eko ini tenggelam diduga karena tertabrak salah satu kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Ketua Serikat Nelayan Lamongan (SNL), Imamur Rosyidin yang dikonfirmasi Minggu (2/10/2022) menyatakan, akibat kejadian itu, ada satu nelayan meninggal dunia, Eko sempat hilang asal saat kapal yang ditumpangi mengalami tabrakan. "Satu warga nelayan meninggal dan satu korban lainnya selamat," kata Imamur.

Mengenai kronologi dan penyebabnya, pihaknya belum bisa memastikan secara rinci. Namun, kata Imam, selain korban Eko yang meninggal dunia, ada korban lain bernama Ibadurrohman selamat.

"Ibadurrohman ditemukan dengan selamat sedangkan Eko sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, Sabtu pagi (1/10/2022) kemarin, " ungkap Imam.

Korban Eko sudah dibawa pulang dan dimakamkan di desanya setelah salat Dhuhur. Pencarian dan evakuasi terhadap korban laka laut ini dilakukan oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) dari Polda Jatim, Polres Gresik dan Polres Lamongan. Selain itu, para petugas juga dibantu oleh Basarnas dan tim relawan.

Pencarian itu dilakukan dengan menyisir Perairan Mangare di Gresik hingga Arosbaya yang masuk wilayah Bangkalan, Madura. "Kalau berdasarkan informasi, tim gabungan nelayan dan relawan juga sudah menemukan titik koordinat perahu korban, hanya saja belum bisa dievakuasi," terang Imam.

Atas kejadian ini, Imam berharap, koordinasi dan komunikasi yang dilakukan antara sejumlah pihak, baik dari petugas Sat Polairud dan nelayan sendiri bisa semakin baik. Sehingga apabila terjadi insiden serupa bisa diantisipasi lebih cepat. Dan ia mengimbau pada para nelayan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melaut.  ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved