Berita Surabaya

Wujudkan Hidup Sehat dengan Waspadai Dampak Buruk Hipertensi dan Meningkatkan Kesehatan Mental

Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) Natrium berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Ajinomoto
Virtual media briefing yang digelar PT Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan Inaviga Indonesia bertema 'Waspadai Dampak Buruk Hipertensi & Tingkatkan Kesehatan Mental'. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Natrium memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk berbagai mekanisme fisioligis seperti memastikan keseimbangan cairan tubuh dan juga berperan dalam mengatur fungsi otot dan syaraf.

Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) Natrium berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

"Kelebihan Natrium, dapat memunculkan berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, diabetes, dan lain lain," kata dr Indra K Muhtadi, Medical Doctor & Health Motivational Speaker, saat menjadi salah satu narasumber dalam virtual media briefing yang digelar PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan Inaviga Indonesia bertema 'Waspadai Dampak Buruk Hipertensi & Tingkatkan Kesehatan Mental', Jumat (30/9/2022).

Jika kekurangan, menurut dr Indra, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, gangguan kontrol cairan tubuh, dan gangguan penyerapan asupan gizi.

"Garam sebenarnya penting bagi tubuh. Tubuh tetap memerlukan garam setiap harinya. Namun, apabila dikonsumsi secara berlebihan maka bisa menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, hingga jantung dan stroke," jelasnya.

Menyambut Hari Jantung Sedunia, webinar ini menjadi momen yang sangat pas untuk menyampaikan dampak buruk penyakit degeneratif hipertensi, yang menjadi outcome munculnya penyakit jantung.

"Sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi, mulai dari menjalankan gaya hidup sehat dengan asupan makanan bergizi seimbang, berolahraga teratur, menghindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)," ungkap dr Indra.

Namun, yang sederhana dan cukup mudah dilakukan adalah mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial untuk mengurangi risiko hipertensi.

Sebenarnya ada solusi yang cukup mudah yang bisa diterapkan sebagai upaya mengurangi asupan garam.

"Bila makanan sudah diberikan MSG, kita harusnya mengurangi garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa," beber dr Indra.

Sehingga, asupan natrium (garam) berkurang, namun cita rasa makanan tetap enak.

"Sebenarnya sudah banyak penelitian dan jurnal ilmiah di luar negeri yang menyatakan ini,” imbuh dr Indra.

Sependapat dengan dr. Indra, Katarina Larasati, Public Relations Manager Ajinomoto, menyampaikan bahwa saat ini, pihaknya sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved