TERBARU Penahanan Putri Candrawathi: Sempat Nangis saat Dengar Putusan, Kuasa Hukum Jamin Kooperatif

Berikut update terbaru soal penahanan Putri Candrawathi, yang merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Tribunnews/Gita Irawan
Putri Candrawathi resmi ditahan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit menetapkan hal itu, saat melakukan konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/9/2022). 

SURYA.CO.ID - Berikut update terbaru soal penahanan Putri Candrawathi, yang merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Seperti diberitakan sebelumnya, Putri Candrawathi resmi ditahan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit menetapkan hal itu, saat melakukan konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/9/2022).

Melansir Tribunnews, Putri Candrawathi mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan nomor 077.

Baca juga: Seusai Lakukan Pemeriksaan, Kapolri Jamin 3 Kapolda Tak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Kuasa hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengatakan, anak bungsu Putri rencananya akan diasuh oleh nenek dan pengasuh. Diketahui, anaknya tersebut masih berusia balita.

"Tadi saya sempat bahas juga, sempat diskusi juga, saat ini di rumah, anak yang paling kecil akan dijaga selain oleh pengasuh akan dijaga oleh neneknya yang sekarang berumur sekitar 82 tahun," kata Febri di Bareskrim Polri Jakarta Selatan pada Jumat (30/9/2022).

"Karena ini memang situasi yang tidak mudah ya, baik bagi anak-anak yang masih kecil ataupun anak-anak yang masih sekolah saat ini. Makanya tadi yang diingat ibu, yang jadi pesan tadi itu fokus ke anak-anaknya," sambung dia.

Febri Diansyah mengatakan kliennya masih trauma dan membutuhkan pengobatan.

Ia mengatakan dirinya dan tim kuasa hukum turut mendampingi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap Putri hari ini.

Dalam proses pemeriksaan kesehatan, kata dia, ada tiga orang psikiater atau psikolog yang juga melakukan pemeriksaan.

"Dan memang masih ada dampak-dampak situasi psikologis dan trauma yang dirasakan sampai akhirnya ada beberapa obat yang memang harus dicari," kata Febri.

"Namun hal tersebut tidak mengurangi komitmen untuk bisa koperatif lebih lanjut," sambung dia.

Ia mengajak semua pihak untuk betul-betul menyimak fakta persidangan nanti agar bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Karena menurutnya, dalam proses hukum apabila seseorang memang bersalah maka dia harus dihukum sesuai perbuatannya.

Namun demikian, menurutnya sangat tidak tepat kalau orang yang tidak melakukan perbuatan dan tidak bersalah kemudian dihukum.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved